Bupati Tanah Datar Dorong Rumah Gadang IKTD Tanjung Pinang Jadi Pusat Adat

  • 06 Sep 2026 21:10 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Bupati Tanah Datar Eka Putra mendukung pembangunan rumah gadang yang digagas Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Ia berharap rumah gadang tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat Tanah Datar di perantauan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelestarian adat dan budaya Minangkabau.

Eka Putra menyampaikan hal itu saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan rumah gadang IKTD Kota Tanjung Pinang, Minggu, 6 September 2026. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi momen bersejarah sekaligus bentuk kepedulian perantau dalam menjaga identitas budaya Minangkabau.

Menurutnya, keberadaan rumah gadang di rantau dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan adat dan pembinaan generasi muda. Kegiatan tersebut di antaranya pelatihan sumbang 12 bagi anak perempuan, latihan silek, hingga kegiatan mengkaji adat Minangkabau.

“Pembangunan rumah gadang ini bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga harus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif. Misalnya, pelatihan sumbang 12 bagi anak-anak perempuan, latihan silek, mengkaji adat dan berbagai kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap mendukung berbagai upaya pelestarian adat dan budaya yang dilakukan masyarakat di perantauan. Dukungan tersebut, menurutnya, dapat dilakukan dengan menghadirkan tenaga pengajar dari Tanah Datar apabila dibutuhkan untuk kegiatan pembinaan adat dan budaya.

Selain menjadi pusat kegiatan adat, Eka Putra berharap rumah gadang dapat menjadi tempat mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan masyarakat Tanah Datar di perantauan. Ia mengingatkan agar keberadaan rumah gadang justru tidak menjadi sumber perpecahan antarsesama perantau.

“Kalau ada perselisihan dan persoalan lainnya, mari kita selesaikan di rumah gadang ini. Jangan sampai pembangunan rumah gadang justru membuat perantau bercerai-berai. Sebaliknya, rumah gadang harus menjadi tempat yang membuat kita semakin kompak,” katanya.

Menurut Eka Putra, pembangunan rumah gadang juga penting untuk menjaga hubungan generasi muda perantauan dengan akar budayanya. Terlebih bagi generasi yang lahir dan besar di luar Sumatera Barat, rumah gadang dapat menjadi ruang untuk mengenalkan kembali adat, budaya, serta jati diri sebagai orang Minangkabau.

Sementara itu, Ketua IKTD Kota Tanjung Pinang Elfi Edison mengatakan, pembangunan rumah gadang telah direncanakan sejak lama, namun terkendala terutama dalam penyediaan lahan. Kini, rencana tersebut mulai diwujudkan berkat dukungan berbagai pihak dan kebersamaan masyarakat Tanah Datar di Tanjung Pinang.

Elfi menjelaskan, gagasan pembangunan rumah gadang berangkat dari kekhawatiran terputusnya hubungan generasi perantau dengan kampung halaman dan jati diri Minangkabau. Rumah gadang diharapkan menjadi tempat berkumpul sekaligus sarana mengenalkan adat dan budaya kepada generasi penerus.

“Tidak semua keluarga perantau bisa pulang untuk melihat kampung halaman, sehingga menimbulkan rasa rindu yang sangat mendalam. Dari situlah kami berpikir bagaimana generasi muda kami nantinya tidak kehilangan jati diri sebagai orang Minang yang memiliki adat dan adab,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....