PMI Kota Padang Kekurangan 75 Kantong Darah Setiap Hari

  • 03 Sep 2026 16:45 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Kebutuhan darah untuk pasien di sejumlah rumah sakit di Kota Padang masih belum sebanding dengan jumlah masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang mencatat kebutuhan darah mencapai lebih dari 200 kantong setiap hari, sementara jumlah darah yang terkumpul baru sekitar 125 kantong.

Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif menyebutkan kondisi tersebut menyebabkan PMI masih kekurangan sekitar 75 kantong darah setiap hari. Kekurangan itu harus disiasati agar stok darah tetap tersedia, terutama untuk menangani pasien dalam kondisi darurat.

Ia mengatakan kebutuhan darah berasal dari lebih dari 30 rumah sakit di Kota Padang yang setiap hari melayani pasien dengan berbagai kondisi. Menurutnya, donor darah menjadi kegiatan PMI yang tidak boleh terhenti karena hingga kini darah manusia belum dapat sepenuhnya digantikan dengan zat lain.

“Yang tidak boleh terputus itu donor darahKalau berhenti akan banyak masyarakat yang membutuhkan transfusi darah tidak mendapatkan darah,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog Padang Menyapa di Pro 1 RRI Padang secara daring, Kamis, 3 September 2026.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menjadi pendonor rutin guna membantu memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit. Menurutnya, ketidakseimbangan antara jumlah pendonor dan kebutuhan pasien menjadi salah satu penyebab masih terjadinya kekurangan stok darah.

“Satu pendonor umumnya hanya menyumbangkan satu kantong darah. Sedangkan seorang pasien dalam kondisi tertentu dapat membutuhkan empat hingga tujuh kantong,” ujarnya.

Kondisi kekurangan stok juga membuat keluarga pasien terkadang diminta mencari pendonor pengganti. Namun, PMI menyadari kebijakan tersebut tidak selalu mudah dilakukan, terutama jika keluarga pasien berasal dari daerah yang jauh dari Kota Padang.

PMI tetap berupaya menjaga agar stok darah tidak sampai habis karena darah harus selalu tersedia untuk kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Kasus kecelakaan dan ibu melahirkan menjadi contoh kondisi darurat yang membutuhkan ketersediaan darah setiap saat.

Di tengah kebutuhan tersebut, keberadaan pendonor rutin menjadi sangat penting. Salah satunya Dahlil, warga Padang yang telah mendonorkan darah sebanyak 156 kali sejak 1991 dan hingga kini masih aktif menjadi pendonor.

Dahlil mengaku tertarik menjadi pendonor setelah melihat aktivitas donor darah di PMI melalui seorang pegawai yang dikenalnya. Ia menilai donor darah merupakan kegiatan sosial yang memungkinkan seseorang membantu orang lain tanpa membuat kondisi tubuhnya kekurangan darah.

“Menurut saya, kita menyumbangkan darah, memberikan, tetapi kita tidak kehilangan dan tidak kekurangan. Saya merasakan tubuh tetap bugar dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu meskipun telah puluhan tahun rutin mendonorkan darah,” ujarnya.

Selain donor darah biasa, Dahlil juga telah 32 kali mengikuti donor apheresis atau yang oleh masyarakat umum kerap disebut donor darah putih. Donor apheresis memungkinkan pengambilan komponen darah tertentu dan dapat dilakukan dengan interval yang lebih sering dibandingkan donor darah biasa sesuai ketentuan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....