Evi Yandri Rajo Budiman Pimpin HKTI Sumbar

  • 02 Sep 2026 06:49 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Barat periode 2026-2031. Evi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Sumbar yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa, 1 September 2026.

Pengukuhan tersebut dilakukan bersama jajaran pengurus DPC HKTI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Anggota DPRD Sumbar, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, juga dikukuhkan sebagai Ketua DPC HKTI Limapuluh Kota dalam kegiatan tersebut.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Andi Muhammad Syakir, yang hadir mewakili Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono. Andi meminta pengurus yang baru dikukuhkan menjaga marwah organisasi dan memperkuat peran HKTI dalam memperjuangkan kesejahteraan petani.

“HKTI memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat, serta martabat insan tani dan penduduk perdesaan,” ujar Andi. Ia juga mendorong pengurus baru mengawal sektor pertanian melalui penguatan agribisnis, hilirisasi, penguasaan teknologi dan kemandirian pangan.

Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan salah satu tantangan besar sektor pertanian saat ini adalah kesejahteraan petani yang berdampak terhadap minimnya regenerasi. “Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan kita, namun faktanya saat ini semakin sedikit anak muda yang mau turun ke sawah atau menjadi petani,” tegasnya.

Menurut Evi, HKTI harus menghadirkan program inovatif berbasis teknologi agar sektor pertanian menjadi pilihan ekonomi yang menjanjikan bagi generasi muda. Ia menilai regenerasi petani penting untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap kepengurusan baru HKTI Sumbar. “Pemerintah Sumbar siap berjalan beriringan dengan HKTI untuk melahirkan inovasi dan mempercepat regenerasi petani,” katanya, seraya menegaskan pentingnya penyelarasan program pertanian daerah untuk mendukung kemandirian dan swasembada pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....