RSUD Muhammad Zein Painan Matangkan Persiapan Akreditasi Rumah Sakit

  • 31 Agt 2026 16:30 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - RSUD Dr. Muhammad Zein Painan mematangkan persiapan akreditasi rumah sakit melalui bimbingan bersama fasilitator dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS). Kegiatan secara luring tersebut berlangsung selama dua hari, 28 hingga 29 Agustus 2026.

Bimbingan menghadirkan dua fasilitator LAM-KPRS, yakni dr. Rita Rogayah, SpP(K), M.A.R.S. dan Ns. Wawan Wahyudi, M.Kep., FISQua selaku koordinator. Kegiatan diikuti jajaran manajemen, tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga pendukung, serta kelompok kerja terkait di RSUD Dr. Muhammad Zein Painan.

Direktur RSUD Dr. Muhammad Zein Painan dr. Dona Hamrita, M.Kes. mengatakan, bimbingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh jajaran rumah sakit menghadapi proses akreditasi. Menurutnya, akreditasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen, tetapi juga memastikan standar mutu dan keselamatan pasien benar-benar diterapkan dalam pelayanan.

“Bimbingan ini menjadi momentum bagi kami untuk mengevaluasi kesiapan seluruh unit sekaligus memperkuat pemahaman terhadap standar akreditasi. Kami ingin memastikan setiap proses pelayanan berjalan sesuai standar dan mengutamakan mutu serta keselamatan pasien,” ujar Dona, Senin, 31 Agustus 2026.

Pada hari pertama, kegiatan diawali pembukaan dan sambutan Direktur RSUD serta fasilitator LAM-KPRS. Peserta kemudian mendapatkan pemahaman mengenai konsep 7R sebagai bagian dalam mendukung pelayanan dan penerapan kebijakan akreditasi rumah sakit berdasarkan regulasi terkini.

Agenda dilanjutkan dengan presentasi Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) oleh Direktur RSUD serta simulasi wawancara pimpinan. Fasilitator selanjutnya melakukan telusur sistem dan alur pelayanan pasien, termasuk pelayanan di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD), Program Nasional (PROGNAS), Radiologi, dan Laboratorium.

Telusur kemudian dilakukan pada pelayanan rawat inap dan sistem Rekam Medis Elektronik (RME). Fasilitator juga melakukan penilaian terhadap sistem Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), sebelum kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi dan konsultasi bersama masing-masing kelompok kerja.

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan briefing harian dan dilanjutkan telusur pasien individual pada pelayanan rawat intensif serta kamar bersalin, termasuk pelaksanaan PROGNAS. Telusur juga dilakukan pada unit kamar operasi untuk melihat kesiapan pelayanan dan penerapan standar yang telah ditetapkan.

Fasilitator kemudian melakukan telusur pelayanan rawat jalan, termasuk PROGNAS, serta unit Farmasi, Pelayanan Unggulan dan Eksekutif. Selain itu, dilakukan telusur sistem Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang mencakup tempat penampungan sementara (TPS), laundry, CSSD, kamar jenazah, dan dapur.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan telusur unit Admisi dan ruang handling komplain, telaah rekam medis tertutup, serta penelusuran Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS). Sesi edukasi juga diberikan kepada tenaga medis, tenaga kesehatan, manajemen, dan tenaga pendukung pelayanan.

Dona menambahkan, seluruh jajaran rumah sakit diharapkan menjadikan proses persiapan akreditasi sebagai bagian dari upaya membangun budaya mutu secara berkelanjutan. Ia menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan di setiap unit pelayanan.

“Harapan kami, seluruh proses persiapan ini tidak berhenti pada pelaksanaan survei akreditasi, tetapi menjadi budaya kerja yang terus diterapkan. Dengan demikian, mutu pelayanan dan keselamatan pasien dapat semakin terjamin,” katanya.

Bimbingan ditutup dengan penjelasan mengenai tata laksana survei, persiapan Exit Conference, dan pelaksanaan Exit Conference. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan RSUD Dr. Muhammad Zein Painan menghadapi proses akreditasi.

Melalui bimbingan tersebut, RSUD Dr. Muhammad Zein Painan diharapkan semakin siap memenuhi standar akreditasi sekaligus memperkuat penerapan mutu dan keselamatan pasien. Evaluasi dan telusur yang dilakukan juga menjadi momentum untuk memastikan standar pelayanan diterapkan secara konsisten di seluruh unit rumah sakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....