Generasi Muda Tidak Buta Sejarah, Mereka Hanya Butuh Ruang Tutur

  • 31 Agt 2026 22:22 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Anggapan generasi muda hari ini kurang memahami atau acuh terhadap akar masa lalu adalah kesimpulan yang dinilai terburu-buru. Di balik layar gadget dan riuh gelombang digital, ada denyut rasa ingin tahu yang sangat besar dari anak-anak muda tentang dari mana mereka berasal, kisah apa yang membentuk tanah tempat mereka berdiri, dan jejak siapa yang sedang mereka lanjutkan.

Kepada RRI, Pengamat sejarah Sumatera Barat, Dedi Asmara meluruskan kekeliruan pandangan tersebut. Menurutnya, persoalannya bukan pada pudarnya minat generasi muda, melainkan bagaimana sejarah disampaikan kepada mereka. Rasa ingin tahu itu adalah bahan bakar yang melimpah, tinggal bagaimana dunia pendidikan dan lingkungan sekitar menyulutnya menjadi pemahaman yang utuh.

“Ketika sejarah hanya disajikan sebagai deretan angka tahun yang dingin dan hafalan nama tokoh yang kaku di lembar ujian, ia kehilangan nyawanya,” papar Dedi, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Untuk itu jelas Dedi Asmara, sejarah seharusnya hadir sebagai cerita manusia tentang keberanian, kegagalan, strategi dan nilai-nilai yang hidup. Di sinilah menurutnya ruang lingkup pendidikan dan peran masyarakat diuji, apakah kita sudah menyediakan ruang tutur yang relevan, jujur dan menggugah bagi mereka?

Ke depan, perlu kolaborasi atau pun menjembatani anak muda dengan sejarah dan bukan sekadar upaya merawat ingatan nostalgia. Sebab pada hakikatnya, masa lampau adalah refleksi masa depan. Sejarah adalah cermin retrospektif. Tanpa mengenali benturan dan kejayaan di masa lalu, sebuah bangsa akan melangkah ke masa depan dengan mata tertutup, gagap membaca pola dan rentan mengulangi kesalahan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....