Sumbar Miliki 17 Ribu Hektare Mangrove untuk Serap Karbon

  • 30 Agt 2026 16:12 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sumatera Barat memiliki sekitar 17.164 hektare mangrove yang berpotensi menyimpan karbon biru. Selain mangrove, Sumbar juga memiliki sekitar 394 hektare ekosistem lamun yang berperan dalam penyerapan karbon.

Kepala Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Padang, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rahmat Irfansyah, mengatakan mangrove merupakan salah satu ekosistem utama karbon biru. Ekosistem lainnya mencakup lamun dan rawa payau yang mampu menyerap serta menyimpan karbon.

"Karbon biru ini sebenarnya adalah karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir. Ekosistem pesisir itu ada mangroove, ada lamun, ada rawa payau juga ya yang selama ini memang berfungsi untuk menyerap dan menyimpan karbon,” ujar Rahmat dalam Padang Menyapa pada Sabtu, 29 Agustus2026.

Rahmat menjelaskan, ekosistem pesisir memiliki kemampuan menyimpan karbon dalam sedimen untuk jangka waktu lama. Menurutnya, kemampuan tersebut membuat ekosistem pesisir memiliki efektivitas penyimpanan karbon yang signifikan.

“Berdasarkan terakhir yang kita punya Sumbar memiliki luas mangroove saat ini lebih kurang 17. 164 hektar. Sementara luas ekosistem lamun di Sumbar sekitar 394 hektare,” ujarnya.

Menurut Rahmat, luas lamun memang tidak sebesar mangrove, tetapi ekosistem tersebut tetap memiliki potensi penyerapan karbon yang signifikan. Kedua ekosistem itu menjadi bagian penting dalam pengelolaan karbon biru di wilayah pesisir Sumbar.

Selain menyimpan karbon, mangrove memiliki fungsi penting bagi perlindungan kawasan pesisir. Ekosistem tersebut dapat melindungi pantai, mengurangi risiko banjir dan abrasi, serta menjadi tempat pembesaran ikan dan kepiting.

Rahmat mengatakan potensi karbon biru juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir. Manfaat tersebut antara lain melalui ekowisata, perikanan berkelanjutan, dan produk turunan mangrove.

Ia menegaskan tujuan pengembangan karbon biru bukan semata-mata menjual karbon. "Tujuan akhirnya sebenarnya adalah bagaimana kita menjaga ekosistem kita tadi itu," ujar Rahmat.

Menurutnya, ekosistem pesisir perlu dijaga agar tetap sehat, emisi berkurang, dan kawasan pesisir terlindungi. Masyarakat yang hidup di sekitar pesisir juga diharapkan memperoleh manfaat sosial dan ekonomi dari ekosistem tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....