Tujuh Tahun Vakum, Pawai Khatam Al-Qur’an Balai Gadang Kembali Digelar

  • 27 Agt 2026 05:18 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Setelah vakum tujuh tahun, Pawai Khatam Al-Qur’an Balai Gadang, Kelurahan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, kembali digelar, Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat sekaligus bentuk apresiasi terhadap anak-anak yang telah menyelesaikan salah satu tahapan pembelajaran Al-Qur’an.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman melepas langsung rombongan arak-arakan yang diikuti 40 anak, terdiri atas 10 putra dan 30 putri. Pelepasan turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Bagian Kesra Setdako Payakumbuh Efrizal, Lurah Balai Tongah Koto Unrizal, tokoh masyarakat, niniak mamak dan Bundo Kanduang.

Rombongan kemudian mengikuti arak-arakan menuju Masjid Gadang Balai Gadang dengan didampingi niniak mamak, Bundo Kanduang, orang tua, serta anak-anak yang masih mengikuti pembelajaran Al-Qur’an di masjid tersebut. Suasana pawai semakin semarak dengan penampilan kelompok marching band.

Elzadaswarman mengapresiasi kembali digelarnya Pawai Khatam Al-Qur’an sebagai bagian dari tradisi keagamaan sekaligus bentuk penghargaan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan proses belajar Al-Qur’an. “Ini merupakan kebanggaan kita bersama. Anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an patut kita berikan apresiasi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk rajin belajar Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan keagamaan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan keluarga, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran niniak mamak, Bundo Kanduang, orang tua, dan guru mengaji yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan anak-anak.

“Yang kami harapkan bukan hanya anak-anak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, daerah ini dapat membentuk generasi yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki landasan agama yang kuat,” katanya.

Elzadaswarman berharap, tradisi khatam dan pawai Al-Qur’an terus dipelihara sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus sarana mempererat hubungan antara generasi muda dengan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong anak-anak untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an setelah menyelesaikan tahapan pendidikan dasarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pelaksana Pawai Khatam Al-Qur’an, Firman Salasa Dt. Tuan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Balai Gadang karena pawai serupa terakhir kali dilaksanakan sekitar tujuh tahun lalu.

“Pawai Khatam Al-Qur’an ini terakhir kami laksanakan sekitar tujuh tahun yang lalu. Alhamdulillah, pada tahun ini kami kembali dapat melaksanakannya. Tentu ini menjadi kebahagiaan bagi kami, terutama bagi anak-anak yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an,” ujar Firman.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada anak-anak sekaligus momentum mempererat silaturahmi antara anak-anak, orang tua, guru mengaji, niniak mamak, Bundo Kanduang, dan masyarakat. “Alhamdulillah, pada hari ini kami dapat melaksanakan Pawai Khatam Al-Qur’an dengan diikuti 40 orang anak, terdiri dari 10 putra dan 30 putri. Ini merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami, karena anak-anak kita telah menyelesaikan salah satu tahapan dalam mempelajari Al-Qur’an,” katanya.

Pawai Khatam Al-Qur’an berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Selain menjadi bentuk penghargaan bagi para santri, kegiatan tersebut sekaligus kembali menghidupkan tradisi keagamaan masyarakat Balai Gadang dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....