Temilnas, Unand Dorong Ekonomi Syariah Berbasis Industri Halal Digital
- 27 Agt 2026 06:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) kembali digelar sebagai ruang bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Auditorium Kampus Unand Limau Manis, Rabu, 26 Agustus 2026, yang mengangkat tema optimalisasi industri halal dan transformasi digital untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.
Temilnas menghadirkan akademisi, pakar, praktisi, dan pemangku kepentingan nasional untuk membahas penguatan industri halal serta pemanfaatan teknologi digital dalam ekonomi syariah. Adapun narasumber yang hadir antara lain Mahyeldi Ansharullah, Muhammad Kholid, Sutan Emir Hidayat, Syafrudin Karimi, Gusfahmi Arifin, Pandji P. Djajanegara, Laila Isrona, Sitti Rizki Mulyani, Belligo Agra, Rahmadini Aulia, dan Ika Sari Wahyuni TD.
Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unand, Asniati mengatakan pengembangan ekonomi syariah harus diarahkan pada langkah yang dapat dirasakan masyarakat. Penguatan sektor tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, industri, akademisi, hingga generasi muda.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dibutuhkan kolaborasi yang saling terhubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, akademisi, dan generasi muda,” ucapnya.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah ekonomi syariah ke depan. FEB Unand juga berkomitmen mendukung kegiatan akademik yang dapat mencetak sumber daya manusia unggul, berintegritas, sekaligus mampu menghasilkan dampak bagi masyarakat.
Sementara itu, Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi menilai pembahasan mengenai ekonomi dan perbankan syariah harus dilanjutkan dengan tindakan yang jelas. Ia mengingat kembali pengalamannya saat menjadi mahasiswa dan memimpin seminar perbankan Islam yang kemudian ditindaklanjuti melalui workshop bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk mendorong pendirian Baitul Maal wa Tamwil (BMT).
“Harus ada langkah konkret, baik dari sisi regulasi, pelatihan, sumber daya manusia, maupun pengembangan kelembagaan,” ujarnya.
Rektor Unand menambahkan Unand saat ini telah memiliki Program Studi Ekonomi Islam di FEB dan menyiapkan pengembangan pusat riset serta pengembangan ekonomi Islam. Keberadaan pusat tersebut ditujukan untuk memperkuat riset profesional sekaligus meningkatkan kapasitas akademik di bidang ekonomi syariah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....