Batik Ecoprint Jadi Jalan PKK Salibutan Bangkit dari Dampak Bencana
- 22 Agt 2026 15:13 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman mulai mengembangkan batik ecoprint sebagai alternatif usaha untuk memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi di pengujung 2025. Pemanfaatan daun dan tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar diolah menjadi produk kreatif yang berpotensi mendukung penguatan ekonomi keluarga sekaligus pengembangan Desa Wisata Nyarai. Program pengabdian ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat
Pengembangan ecoprint tersebut didorong Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. Program ini mengusung tema “Transfer Teknologi Batik Ecoprint Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Revitalisasi Ekonomi dan Pariwisata Desa Wisata Nyarai Pasca Bencana Alam.”
Tim pelaksana terdiri atas Feri Ferdian sebagai ketua, serta Asmar Yulastri dan Vina Oktaviani sebagai anggota. Ketua tim pengabdian Feri Ferdian pada Jumat 21 Agustus 2026 mengatakan Salibutan dipilih karena memiliki keterkaitan dengan pengembangan Desa Wisata Nyarai sebagai salah satu kawasan penyangga. Selain memiliki kekayaan alam, masyarakat setempat dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan produk kreatif yang dapat mendukung kegiatan pariwisata.
“Potensi masyarakat dan sumber daya alam di Salibutan sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah,” ujar Feri. Menurutnya, pengembangan produk berbasis bahan alam juga dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat setelah terdampak bencana.
Ecoprint dipilih karena proses pembuatannya dapat memanfaatkan berbagai jenis daun dan tanaman yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat. Teknik tersebut menghasilkan motif alami yang memiliki nilai estetika dan dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai jual.
Pelatihan ecoprint yang berlangsung pada 11 Juli 2026 memberikan kesempatan kepada anggota PKK untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan produk. Peserta diperkenalkan pada pemilihan bahan alam, persiapan kain, penataan daun, pemindahan warna dan bentuk tanaman, hingga tahap penyelesaian.

Feri menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya proses pelatihan, tetapi dari kemampuan masyarakat melanjutkan keterampilan tersebut menjadi kegiatan produktif. “Yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diberikan dapat terus digunakan oleh masyarakat, sehingga setelah pelatihan kami tetap melakukan pendampingan agar kelompok PKK dapat melanjutkan produksi secara mandiri,” katanya.
Pemanfaatan tanaman lokal juga memberikan pemahaman bahwa sumber daya di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi produk ekonomi kreatif. Setiap daun memiliki bentuk, tekstur, dan karakter warna yang berbeda sehingga menghasilkan motif ecoprint yang khas pada setiap lembar kain.
Tim pengabdian menargetkan kapasitas produksi dapat berkembang hingga sedikitnya 50 lembar batik ecoprint setiap bulan secara konsisten. Target tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya aktivitas ekonomi produktif yang memberikan manfaat bagi anggota PKK dan keluarga.
Feri mengatakan, pemberdayaan diarahkan agar anggota PKK terlibat dalam seluruh rantai pengembangan produk, mulai dari produksi hingga pemasaran. “Kami berharap masyarakat tidak berhenti sebagai peserta pelatihan, tetapi mampu mengambil peran dalam produksi, pengembangan, dan pemasaran produk secara mandiri,” ujarnya.
Produk ecoprint yang dihasilkan masyarakat juga diarahkan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Nyarai. Produk tersebut berpeluang dikembangkan sebagai suvenir bagi wisatawan sekaligus menjadi representasi kreativitas dan potensi alam masyarakat Salibutan. “Harapannya, ecoprint ini dapat menjadi salah satu produk kreatif masyarakat yang mendukung Desa Wisata Nyarai, sehingga manfaat kunjungan wisatawan juga dapat dirasakan melalui pembelian produk lokal,” katanya.

Pengembangan produk lokal tersebut sejalan dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat yang menempatkan warga sebagai bagian penting dari rantai ekonomi destinasi. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat dari kunjungan wisatawan, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang menjadi bagian dari pengalaman wisata. Tahap berikutnya akan diarahkan pada penguatan pengemasan, branding, dan pemasaran produk ecoprint. Identitas produk akan dikembangkan dengan menonjolkan karakter lokal Nagari Salibutan agar lebih mudah dikenali dan memiliki daya tarik bagi wisatawan maupun konsumen umum.
Pemanfaatan media digital juga akan didorong untuk memperluas akses pemasaran produk. Dengan pemasaran digital, produk ecoprint masyarakat Salibutan diharapkan dapat menjangkau konsumen di luar Kabupaten Padang Pariaman.
Pengembangan ecoprint diharapkan dapat membentuk rantai ekonomi baru yang tidak hanya berhenti pada produksi. Aktivitas tersebut berpeluang berkembang mulai dari penyediaan bahan, pengolahan, pengemasan, promosi, distribusi, hingga penjualan produk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....