Sentuhan Ecoprint Bawa Sulaman Minang Mato Pinjaik Makin Bernilai

  • 21 Agt 2026 07:22 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Penguatan ekonomi kreatif perempuan berbasis kearifan lokal terus didorong melalui inovasi kriya tekstil Sulaman Minangkabau dan ecoprint. Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 mendorong Komunitas Kriya Mato Pinjaik Kota Payakumbuh meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pemasaran melalui platform digital.

Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang yang didukung Dana Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghasilkan produk kriya yang memiliki nilai budaya, estetika, ekonomi, sekaligus memperhatikan prinsip keberlanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Puspaneli, S.Pd., M.Pd.T., Melda Mahniza, S.S., M.A., dan Rafikah Husni, M.Pd.

Ketua tim pengabdian Puspaneli, S.Pd., M.Pd.T pada Kamis 20 Agustus 2026 mengatakan salah satu fokus utama program adalah mengembangkan produk dengan memadukan karakter visual Sulaman Minangkabau dan teknik ecoprint. “Kami ingin menghadirkan inovasi yang tetap mempertahankan identitas budaya Minangkabau, tetapi memiliki tampilan yang lebih adaptif dengan perkembangan desain dan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Menurut Puspaneli, pengembangan produk tidak berhenti pada peningkatan keterampilan membuat kriya tekstil. “Kami juga memberikan penguatan pada standardisasi dan optimalisasi produksi, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kualitas yang lebih konsisten,” katanya.

Program bertajuk “Scale-Up Inovasi Kriya Tekstil Sulaman Minang-Ecoprint melalui Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Perempuan berbasis Standardisasi dan Optimalisasi Produksi serta Pemasaran Berbasis Platform Digital di Komunitas Mato Pinjaik Kota Payakumbuh” dilaksanakan pada 2-3 Agustus 2026. Pendampingan mencakup pengembangan produk, standardisasi, optimalisasi produksi, hingga pemanfaatan platform digital untuk pemasaran.

Puspaneli menyebut pemasaran digital menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi kreatif komunitas. “Produk yang bagus perlu didukung dengan kemampuan memasarkannya, karena itu kami juga mendorong anggota komunitas memanfaatkan platform digital agar jangkauan pasarnya lebih luas,” tuturnya.

Program pengabdian tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Negeri Padang. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung dalam pemberdayaan masyarakat, pendampingan produksi, pengembangan inovasi kriya, serta pemasaran produk berbasis budaya lokal.

Hasil pendampingan kemudian diperkenalkan kepada masyarakat melalui Payakumbuh Creative Market pada 8-9 Agustus 2026. Produk Komunitas Kriya Mato Pinjaik dipamerkan melalui stan komunitas sehingga pengunjung dapat melihat secara langsung kualitas dan karakter inovasi Sulaman Minang-Ecoprint.

Puspaneli mengatakan keikutsertaan dalam Payakumbuh Creative Market menjadi bagian dari upaya mempertemukan hasil pengembangan produk dengan calon konsumen. “Pameran ini penting karena komunitas bisa mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produknya secara langsung sekaligus melihat respons masyarakat terhadap inovasi yang mereka hasilkan,” jelasnya.

Payakumbuh Creative Market yang dihadiri ribuan orang memberikan peluang bagi Komunitas Mato Pinjaik untuk memperluas eksposur produk sekaligus memperkenalkan potensi kriya tekstil lokal. Kehadiran stan komunitas juga menjadi sarana untuk memperlihatkan identitas, kualitas, dan inovasi produk kepada masyarakat.

Integrasi Sulaman Minangkabau dan ecoprint dinilai mampu memberikan karakter khas pada produk sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi. Penggunaan teknik ecoprint juga membuka ruang eksplorasi bahan alami sehingga produk memiliki nilai estetika dan konsep keberlanjutan.

Puspaneli berharap program PISN 2026 dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan usaha anggota komunitas. “Harapannya, inovasi ini tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga memperkuat kemandirian perempuan dan meningkatkan daya saing kriya lokal tanpa kehilangan identitas budaya Minangkabau,” ungkapnya.

Program PISN 2026 bersama Komunitas Kriya Mato Pinjaik diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang menghubungkan budaya lokal, inovasi tekstil, pemberdayaan perempuan, standardisasi produksi, pemasaran digital, dan prinsip ekonomi hijau. Penguatan tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai pelaku penting ekonomi kreatif berbasis budaya di Kota Payakumbuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....