LKAAM Sumbar Targetkan Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Bencana NTT

  • 17 Agt 2026 12:29 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat menyiapkan bantuan 5 ton rendang untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut akan dikirim secara bertahap dalam waktu sekitar 15 hari.

Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar mengatakan, 700 kilogram rendang telah selesai dimasak dan menjadi bantuan tahap awal. Rendang tersebut akan dikirim untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak bencana.

“Ya, kita menyiapkan 5 ton rendang, dikirim secara bertahap. Hari ini sudah selesai, sudah masak sekitar 700 kilo,” ujar Fauzi Bahar kepada RRI di Kantor LKAAM Sumbar, Senin 17 Agustus 2026.

Fauzi menyebut 700 kilogram rendang tersebut rencananya dititipkan melalui penerbangan TNI Angkatan Udara. Bantuan kemudian akan diteruskan ke masyarakat terdampak bencana di NTT.

Rendang dikemas dalam paket untuk kebutuhan keluarga agar lebih mudah didistribusikan. Fauzi mengatakan makanan tersebut dipilih karena siap santap dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana.

Pengiriman bantuan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap dengan jumlah sekitar satu ton. LKAAM Sumbar menargetkan total 5 ton rendang dapat terkumpul dalam waktu sekitar 15 hari.

“Targetnya mencapai 5 ton secara bertahap. Mungkin minggu depan akan kita kirim lagi, atau hari Jumat kita kirim lagi sekitar 1 ton,” ujarnya.

Fauzi mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai unsur masyarakat Minangkabau. Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi) dan Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (GEBU Minang) turut terlibat dalam aksi pengumpulan bantuan.

Ia berharap masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat dan perantauan ikut bahu-membahu membantu warga terdampak bencana. Bantuan rendang tersebut nantinya akan dihimpun di LKAAM Sumbar sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita harap masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat dan para perantau-perantau bahu-membahu akan mengirim rendang yang siap saji. Sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat di bencana,” ujar Fauzi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....