Visibilitas Penyelam Terbatas, Pencarian Zaher Terkendala Air Keruh
- 16 Agt 2026 05:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pencarian bocah laki-laki berusia 11 tahun, Zaher yang diduga tenggelam di Sungai Air Tawar Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu 15 Agustus 2026, terkendala kondisi air sungai yang keruh dan berlumpur. Kondisi tersebut membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas, hanya sekitar lima sentimeter.
Komandan Tim Kantor SAR Padang, Riko Likardo, mengatakan penyelaman telah dilakukan dari lokasi kejadian atau LKP hingga ke pintu muara. Namun, hingga pencarian hari pertama dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB, korban belum ditemukan.
“Untuk kendala hari ini, karena airnya keruh, terus adanya endapan lumpur di dalam air (sungai). Kita lakukan penyelaman juga, visibility penyelaman itu hanya 5 cm,” ujar Riko pada RRI.
Selain penyelaman, tim SAR gabungan juga menggunakan tiga Landing Craft Rubber (LCR), dua perahu nelayan, serta jaring ikan untuk membantu pencarian. Berbagai metode tersebut dilakukan untuk menyisir area sungai yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Kondisi air yang keruh menjadi tantangan utama bagi penyelam karena membatasi kemampuan petugas melihat kondisi di bawah permukaan sungai. Selain lumpur, kondisi dasar sungai juga memiliki sejumlah material yang dapat menghambat proses pencarian.
Operasi pencarian hari pertama kemudian dihentikan sementara untuk memberikan waktu istirahat kepada personel. Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melakukan pencarian pada Minggu 16 Agustus 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.
Zaher sebelumnya dilaporkan tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Air Tawar Barat sekitar pukul 13.15 WIB. Kantor SAR Padang menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....