Transformasi Digital Sumbar Berada di Jalur yang Tepat

  • 15 Agt 2026 12:12 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Indeks Transformasi Digital Nasional menempatkan Sumatera Barat (Sumbar) pada peringkat ke-13 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi tersebut menunjukkan transformasi digital di Sumbar telah berjalan pada jalur yang tepat, meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat.

“Berdasarkan indeks tersebut, Sumbar berada di bawah sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Jawa Barat, Riau, Kalimantan Timur, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, Sumbar tercatat berada di atas sejumlah provinsi, di antaranya Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar, Rudy Rinaldy kepada RRI di Padang, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, transformasi digital sendiri diukur melalui empat pilar utama, yakni infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Dari empat pilar tersebut, ekonomi digital masih menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian lebih di Sumbar.

"Yang lemah itu yang ketiga, yaitu ekonomi digital. Kondisi tersebut berkaitan dengan pemanfaatan kanal pembayaran digital, transaksi keuangan, serta pola belanja masyarakat yang sebelumnya masih lebih banyak menggunakan transaksi tunai,” katanya.

Namun, pola transaksi masyarakat mulai bergeser seiring semakin luasnya penggunaan pembayaran digital. Kemudahan transaksi melalui pemindaian kode pembayaran membuat masyarakat tidak lagi harus membawa uang tunai dalam jumlah besar saat beraktivitas.

Selain dari sisi transaksi, perkembangan infrastruktur digital Sumbar juga menunjukkan capaian positif. Jaringan 4G saat ini telah mencakup sekitar 88,88 persen wilayah Sumbar dan telah menjangkau sekitar 98 persen wilayah permukiman.

Penggunaan internet di Sumbar juga telah mencapai 68,64 persen dari jumlah penduduk berdasarkan data yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital. Sementara itu, persentase penduduk yang menggunakan telepon seluler tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 87,31 persen.

Hampir seluruh nagari di Sumbar juga telah menikmati akses internet, meskipun masih terdapat wilayah yang membutuhkan penguatan jaringan. Tercatat 935 nagari memiliki sinyal kuat, 217 nagari masih memiliki sinyal lemah, sedangkan enam nagari masih berada dalam kondisi blank spot.

Kondisi enam nagari yang belum mendapatkan akses jaringan tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dituntaskan ke depan. Pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital didorong terus memperluas infrastruktur agar kesenjangan akses digital antardaerah dapat dikurangi.

Dari sisi kecepatan internet, Sumbar juga mencatat capaian yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kecepatan unduh di Sumbar mencapai 51,08 Mbps, sementara rata-rata nasional berada pada 45,04 Mbps.

“Untuk kecepatan unggah, Sumbar juga masih berada di atas angka nasional. Kecepatan unggah di Sumbar tercatat 20,63 Mbps, sedangkan rata-rata nasional mencapai 20,11 Mbps,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....