BPBD Tingkatkan Mitigasi Cegah Potensi Karhutla di Sumatera Barat

  • 13 Agt 2026 16:57 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meningkatkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilakukan seiring menurunnya kualitas udara di Sumbar dari kategori baik menjadi sedang yang diduga dipengaruhi kabut asap dari titik-titik api di provinsi tetangga.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar, Era Sukma Munaf mengatakan, pemerintah bersama instansi terkait terus memperkuat kesiapsiagaan guna mencegah potensi terjadi karhutla. Masyarakat juga diminta ikut berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang dapat menyebabkan kebakaran. BPBD Sumbar bersama pemerintah daerah juga telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi potensi bencana karhutla," ujarnya, Kamis, 13 Agustus 2026.

BPBD mencatat titik api di Sumbar saat ini terpantau berada di Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, serta di Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki kawasan gambut. Kedua wilayah tersebut menjadi fokus pemantauan karena memiliki potensi kebakaran yang lebih tinggi pada musim kemarau.

Selain memperkuat upaya pencegahan, BPBD Sumbar juga terus memantau perkembangan kualitas udara yang mengalami penurunan dari kategori baik menjadi sedang. Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

"Kualitas udara Provinsi Sumbar menurun dari kategori baik menjadi sedang. Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, dan apabila harus beraktivitas di luar agar menggunakan masker," katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sugeng Nugroho mengatakan, penurunan kualitas udara tersebut berdasarkan prakiraan konsentrasi aerosol PM2,5 yang berada pada kisaran 16 hingga 55 nanometer. Kondisi udara berkabut yang terjadi di sejumlah wilayah Sumbar diduga dipengaruhi asap dari titik-titik api di provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan dan Pulau Kalimantan yang memicu kabut dan menurunkan kualitas udara di Sumbar.

“Kondisi udara berkabut yang terjadi di sejumlah wilayah Sumbar diduga dipengaruhi asap dari titik-titik api di provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan. Selain itu, asap dari titik api yang terpantau di Pulau Kalimantan juga berpotensi terbawa hingga wilayah Sumatera,” ucapnya.

Melalui peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan, Pemerintah Sumbar berharap potensi karhutla dapat ditekan sejak dini. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada kualitas udara maupun keselamatan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....