UNP Perkuat Kompetensi Guru SLB Lima Puluh Kota melalui Pelatihan Multidisiplin
- 13 Agt 2026 02:56 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Upaya meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat keterampilan vokasional peserta didik terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Salah satunya Univeristas Negeri Padang (UNP) melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar di SLB Negeri 1 Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Keterampilan Guru KKG SLB Kabupaten 50 Kota melalui Model Training of Trainers (ToT) Multidisiplin Bidang Kecantikan, Teknologi Informasi dan Kriya Kayu dalam Meningkatkan Daya Saing Siswa” tersebut melibatkan tim dosen, mahasiswa, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) SLB Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan ini dipimpin Dr. Tyas Asih Surya Mentari, S.Pd., M.Pd., bersama anggota Dr. Fadhli Ranuharja, S.Pd., M.Pd.T. dan Dr. Fani Keprila Prima, S.Pd., M.Pd.T., dengan narasumber Dr. Rahmi Oktarina, S.Pd., M.Pd.T. Program turut melibatkan lima mahasiswa dari bidang Tata Rias dan Kecantikan serta Pendidikan Teknik Sipil. Dari pihak mitra, kegiatan mendapat dukungan Ketua KKG SLB Kabupaten Lima Puluh Kota Aulia Rahman, M.Pd., serta perwakilan SLB Negeri 1 Harau, Hastutik, S.Pd.

Ketua tim pengabdian, Dr. Tyas Asih Surya Mentari, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran keterampilan yang lebih aplikatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Pendekatan ToT dipilih agar guru tidak hanya memperoleh keterampilan selama pelatihan, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan tersebut kepada guru lain dan peserta didik di sekolah masing-masing. “Keunikan program ini terletak pada pendekatan multidisiplin yang menggabungkan tiga bidang keterampilan, yaitu kecantikan, teknologi informasi, dan kriya kayu,” ujar Tyas.
Ia menjelaskan, ketiga bidang tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi keterampilan vokasional yang dapat mendukung kemandirian dan produktivitas siswa SLB. Pada bidang kecantikan, guru mendapatkan penguatan keterampilan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, seperti personal grooming, perawatan diri, tata rias dasar, penataan rambut sederhana, hingga pengenalan peluang kewirausahaan jasa kecantikan.
Sementara bidang teknologi informasi diarahkan untuk memperkuat literasi digital dan pemanfaatan teknologi secara produktif. Guru diperkenalkan pada penggunaan aplikasi digital untuk membuat media pembelajaran, desain sederhana, dokumentasi produk, hingga pengenalan pemasaran digital.
Untuk bidang kriya kayu, peserta memperoleh keterampilan dasar pengolahan dan pembuatan produk, mulai dari pengenalan bahan dan alat, teknik pengerjaan, penghalusan, perakitan, hingga finishing. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk sederhana yang memiliki nilai fungsi dan ekonomi.

Tyas menegaskan, penguasaan keterampilan teknis saja belum cukup. "Guru juga perlu mampu mengajarkan kembali keterampilan tersebut secara adaptif sesuai karakteristik siswa SLB," ucap Tyas.
Integrasi ketiga bidang juga membuka peluang pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa, misalnya, dapat membuat produk kriya sederhana, kemudian memanfaatkan teknologi digital untuk mendokumentasikan, mendesain promosi, dan memperkenalkan produk melalui media sosial. "Keterampilan kecantikan juga dapat dikembangkan tidak hanya sebagai keterampilan personal, tetapi menjadi bagian dari pengenalan kewirausahaan dan pelayanan jasa," tutur Tyas.
Sementara itu Dr. Rahmi Oktarina, S.Pd., M.Pd.T. sebagai narasumber kegiatan mengatakan, melalui model ToT, guru diarahkan untuk memecah setiap keterampilan menjadi langkah-langkah yang sederhana, aman, terukur, dan mudah dipraktikkan oleh peserta didik. “Pendekatan ini diharapkan menciptakan dampak berkelanjutan. Guru yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi trainer di lingkungan sekolah dan membimbing siswa menghasilkan karya atau keterampilan sebagai bekal menuju kemandirian, ujar Rahmi.

Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian berharap kapasitas guru KKG SLB Kabupaten Lima Puluh Kota meningkat, baik dari sisi keterampilan teknis maupun kemampuan pedagogis dalam mentransfer keterampilan kepada siswa. Program ini diharapkan mendukung terciptanya pembelajaran vokasional yang lebih inovatif sekaligus membantu siswa SLB menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, produktif, dan memiliki daya saing sesuai potensi masing-masing. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....