Festival Pangek Paku di Agam, Upaya Lestarikan Kuliner Tradisional

  • 12 Agt 2026 09:45 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 22 tim mengikuti Festival Pangek Paku dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Tenis Indoor Padang Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Festival dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi AR, Selasa 11 Agustus 2026.

Setiap tim terdiri dari tiga peserta, yakni dua perempuan dan satu laki-laki. Peserta berasal dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Agam, pemerintah nagari se-Kecamatan Lubuk Basung, organisasi wanita, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM.

Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan pangek paku sebagai salah satu kuliner tradisional yang berkembang di Lubuk Basung.

Mhd. Lutfi , mengatakan Festival Pangek Paku tetap dilaksanakan meski daerah menghadapi efisiensi dan keterbatasan fiskal. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.

Ia menilai, mengisi kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan, tetapi juga dengan melestarikan budaya, tradisi, dan potensi lokal yang dimiliki daerah.

“Kita mencoba menggali makanan tradisional kita dalam bentuk pangek. Dengan inovasi, nantinya kita bisa melakukan pengembangan terhadap apa yang kita miliki, baik dari sisi pengolahan maupun nilai-nilai tradisi yang terdapat dalam pangek paku,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Agam, Handria Asmi, mengatakan festival menjadi sarana untuk mengenalkan pangek paku kepada masyarakat secara lebih luas.

“Lebih dari 20 OPD dan instansi terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kita ingin memperkenalkan pangek paku itu seperti apa,” ujarnya.Festival ini sekaligus menjadi ruang untuk mendorong kreativitas dalam mengolah kuliner tradisional serta memperkuat keterlibatan pemerintah, organisasi perempuan, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat.

Nuansa budaya lokal semakin terasa karena seluruh peserta mengenakan pakaian adat khas Lubuk Basung. Peserta perempuan mengenakan baju basiba dan tingkuluak, sedangkan peserta laki-laki menggunakan celana batik, baju gunting cino, dan deta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....