Kue Tabuang Kembali Dikenal Generasi Muda di Padang Gastronomi Market

  • 11 Agt 2026 07:47 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Padang Gastronomi Market menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk kembali memperkenalkan makanan tradisional. Salah satunya kue tabuang yang mulai jarang ditemui dan menarik perhatian pengunjung.

Salah seorang pengurus Forum UMKM Lubuk Kilangan, M. Irsyad mengatakan, banyak generasi muda yang belum mengetahui kue tabuang ketika melihat produk tersebut di lapaknya. Rasa penasaran kemudian mendorong pengunjung untuk mencoba hingga membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.

“Ketika mereka melihat banner kami, kue tabuang, mereka jadi bertanya, apa sih kuih tabaung? Ketika dicoba, justru tidak kalah dengan makanan kekinian,” ujar Irsyad saat di temui di Padang Gastronomi Market pada Minggu malam, 9 Agustus 2026.

Menurut Irsyad, kue tabuang merupakan makanan tradisional yang sudah lama ada dan kini relatif sulit ditemukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya membawa produk tersebut ke Padang Gastronomi Market untuk memperkenalkannya kepada masyarakat.

Kuih tabaung dibuat dari tepung beras, parutan kelapa dan gula. Adonan ditempatkan di dalam batang bambu kemudian dikukus menggunakan pariuk basi atau panci, dengan proses pembuatan satu kue membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.

Ia mengatakan, keunikan kuih tabaung turut membuat produk tersebut mendapat respons tinggi dari pengunjung. Bahkan, pihaknya harus melakukan pengisian ulang stok hingga delapan kali sejak pagi karena tingginya permintaan.

“Alhamdulillah kita dari pagi memang ramai terus. Ini pun drop barang kita sudah yang ke-8 kali hari ini,” ujarnya.

Irsyad menilai media sosial ikut membantu memperkenalkan kembali makanan tradisional tersebut. Sejumlah pengunjung yang mencoba kue tabuang mengunggahnya ke Instagram sehingga memicu rasa penasaran masyarakat lainnya untuk datang.

Ia berharap kegiatan seperti Padang Gastronomi Market dapat terus dilakukan dan memberikan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan makanan tradisional kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya membantu pemasaran UMKM, tetapi juga dapat menjaga keberadaan kuliner lama agar tetap dikenal generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....