Optimalisasi Life Skill Penting bagi Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus
- 10 Agt 2026 06:26 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Optimalisasi keterampilan hidup atau life skill menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Keterampilan tersebut dibutuhkan agar ABK mampu menjalani kehidupan sehari-hari, bersosialisasi, merawat diri, hingga menghadapi masa transisi menuju kehidupan dewasa.
Ketua Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Sosial dan Bisnis Universitas Mercubaktijaya, Anggawati Immaniyah, M.Pd., mengatakan life skill pada dasarnya merupakan kebutuhan setiap individu. Menurutnya, keterampilan hidup tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi juga bagaimana seseorang dapat hidup mandiri dan berinteraksi dengan lingkungan sosial.
“Life skill itu merupakan kebutuhan hidup. Jadi setiap orang, setiap individu itu wajib harus ada life skill-nya, terkait dengan kemandiriannya dan bagaimana dia hidup bersosial,” ujar Anggawati, Sabtu 8 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan terhadap life skill menjadi semakin penting ketika diterapkan kepada ABK karena setiap anak memiliki tantangan dan karakteristik yang berbeda. Pembekalan keterampilan hidup perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing anak, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut Anggawati, urgensi life skill bagi ABK juga berkaitan dengan perjalanan kehidupan yang berlangsung dalam jangka panjang. Anak tidak hanya dipersiapkan untuk menjalani kehidupan saat ini, tetapi juga menghadapi masa transisi dan masa dewasa, termasuk kemampuan merawat diri, bersosialisasi serta menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
“Ketika bicara urgensi, ini sangat penting karena manusia hidup itu long life. Artinya tidak hanya hidup pada satu waktu hari ini saja, tetapi dia akan ada di masa transisi dan masa dewasa. Karena itu, bagaimana dia nanti merawat dirinya, bersosialisasi di lingkungan dan menjalani aktivitas daily living, itu perlu dipersiapkan,” ujarnya. Lebih lanjut,
Anggawati menyebut ABK memiliki beragam kategori, di antaranya hambatan intelektual, hambatan pendengaran dan penglihatan, serta gangguan belajar spesifik seperti disleksia, disgrafia dan diskalkulia. Masing-masing membutuhkan pendekatan life skill yang berbeda, termasuk modifikasi lingkungan, penggunaan alat bantu dan strategi komunikasi. Karena itu, optimalisasi life skill perlu dilakukan secara berkelanjutan agar ABK memiliki bekal kemandirian yang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....