KAI Sumbar Periksa Jalur Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

  • 07 Agt 2026 00:02 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) melakukan pemeriksaan lintas jalur kereta api pada petak Stasiun Padang–Teluk Bayur hingga Stasiun Bukit Putus, Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang dipimpin Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional akibat cuaca ekstrem sekaligus memastikan keselamatan perjalanan kereta api.

Lutfi mengatakan oemeriksaan dilakukan terhadap berbagai prasarana perkeretaapian, mulai dari rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, perlintasan sebidang, hingga drainase di sejumlah titik rawan genangan dan banjir. Langkah tersebut bertujuan mendeteksi potensi risiko sejak dini sehingga tindakan mitigasi dapat segera dilakukan sebelum mengganggu operasional kereta api.

Selain memeriksa kondisi jalur kata Lutfi, jajaran manajemen juga meninjau kesiapan operasional di sejumlah stasiun serta menyosialisasikan keselamatan kepada masyarakat di sekitar rel. Warga diimbau tidak beraktivitas di jalur kereta api maupun area yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

Baginya budaya keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi seluruh insan KAI. Ia juga menginstruksikan seluruh petugas agar meningkatkan kewaspadaan, disiplin menjalankan prosedur, serta segera menindaklanjuti setiap potensi bahaya melalui Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), terutama di wilayah yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

"Pemeriksaan lintas merupakan agenda rutin sebagai upaya preventif menjaga keselamatan operasional kereta api. Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, kami memastikan seluruh prasarana dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi pelanggan," ucapnya.

Lutfi menambahkan KAI Divre II Sumbar setiap hari mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang dan 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut klinker serta semen. "Kami mengimbau seluruh pengguna jalan mematuhi rambu lalu lintas, berhenti saat sinyal berbunyi atau palang pintu mulai menutup, serta selalu mengutamakan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya.

Ia menyampaikan rangkaian pemeriksaan ditutup dengan pelaksanaan safety talk sebagai forum evaluasi untuk memastikan seluruh temuan di lapangan segera ditindaklanjuti sesuai standar keselamatan. "KAI Divre II Sumbar menegaskan akan terus memperkuat pemeriksaan prasarana, budaya keselamatan, dan edukasi kepada masyarakat demi mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan nyaman," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....