Brimob Sumbar Bergerak Selamatkan Korban Banjir Padang

  • 04 Agt 2026 09:42 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Senin, 3 Agustus 2026, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Merespons kondisi tersebut, Satuan Brimob Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengerahkan 71 personel Search and Rescue (SAR) untuk membantu proses evakuasi warga terdampak.

Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, sebanyak lima tim SAR diterjunkan ke empat lokasi banjir, yaitu di Kampung Lapau Munggu Guo, Air Pacah, Tunggul Hitam, dan Perumahan Villa Bukit Gading III Sungai Sapih. Pengerahan personel dilakukan untuk mempercepat penyelamatan warga sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan efektif.

Dalam operasi kemanusiaan itu kata Djati, seluruh personel dibekali perahu karet, pelampung, helm SAR, tali penyelamatan, alat komunikasi, serta kendaraan operasional. Hingga Senin malam, tim SAR masih berada di lokasi untuk mengevakuasi warga, membantu masyarakat, dan memantau perkembangan banjir.

Djati mengatakan, pengerahan personel merupakan bentuk respons cepat Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana. "Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga personel beserta seluruh peralatan SAR langsung diterjunkan untuk membantu proses evakuasi di wilayah terdampak banjir," ucapnya.

Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Basarnas, dan instansi terkait. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, mengikuti arahan petugas, serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sumbar, AKBP Ibnu Bagus Santoso, menegaskan seluruh personel akan tetap bersiaga di lokasi hingga kondisi dinyatakan aman. Patroli, evakuasi, dan bantuan kemanusiaan akan terus dilakukan selama banjir masih berlangsung agar masyarakat memperoleh perlindungan maksimal.

AKBP Ibnu Bagus juga mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintasi kawasan yang masih tergenang atau berarus deras karena berisiko membahayakan keselamatan. "Ditpolairud bersama Satbrimob Polda Sumbar akan terus bersinergi dengan BPBD, Basarnas, TNI, dan instansi terkait agar proses evakuasi serta penanganan pascabanjir berjalan cepat, terpadu, dan efektif," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....