Calon Paskibraka Dharmasraya Mulai Jalani Karantina

  • 04 Agt 2026 02:38 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak 54 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Dharmasraya resmi menjalani masa karantina. Hal dimaksud berlangsung saat Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni setelah membuka Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Paskibraka Tahun 2026 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Dharmasraya, Senin, 3 Agustus 2026.

Leli Arni mengatakan, Pusdiklat tersebut merupakan bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Dharmasraya. “Selama dua pekan ke depan, para peserta akan mengikuti pembinaan intensif sebelum menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,” katanya.

Dalam masa karantina, para Capaska akan mendapatkan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pembinaan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, pembentukan karakter, serta penguatan fisik dan mental. “Kami melibatkan tim instruktur gabungan dari Kodim 0310/SSD, Polres Dharmasraya, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Dharmasraya, dan DPPI Kabupaten Dharmasraya selama masa pembinaan nanti,” ujarnya.

Berdasarkan data panitia, SMAN 1 Pulau Punjung menjadi sekolah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 11 orang. Disusul SMAN 1 Sitiung yang mengirimkan delapan peserta dan SMAN 2 Pulau Punjung dengan tujuh peserta.

Selain itu, SMAN 1 Koto Baru dan SMAN 1 Sungai Rumbai masing-masing mengirimkan empat peserta. Sejumlah sekolah lain, baik SMA, SMK maupun madrasah di Kabupaten Dharmasraya, juga turut mengirimkan wakil terbaiknya untuk mengikuti seleksi hingga lolos sebagai calon Paskibraka tingkat kabupaten.

Leli Arni berharap, melalui proses pendidikan dan pelatihan tersebut, seluruh Capaska mampu membentuk karakter yang disiplin, tangguh, berintegritas, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. “Bekal tersebut diharapkan menjadi modal dalam mengemban amanah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Pemusatan pendidikan dan pelatihan ini juga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda yang tidak hanya mengutamakan kemampuan teknis dalam pengibaran bendera. Sebab, juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kebangsaan, dan semangat cinta Tanah Air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....