Menakar Urgensi Sekolah Ramah Anak di tengah Tantangan Pendidikan Modern

  • 31 Jul 2026 17:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kasus pengabaian hak anak di lingkungan sekolah, kini menjadi tantangan besar dunia pendidikan yang tidak bisa lagi ditampik. Pembina Yayasan Wahana Anak Sejahtera, Enceria Damanik menegaskan, upaya pemenuhan hak anak tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus dibuktikan dengan data konkret di lapangan.

Data dua tahun lalu menunjukkan, belum semua institusi pendidikan menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak secara menyeluruh. Padahal, pemenuhan indikator Sekolah Ramah Anak seharusnya mampu menyentuh angka minimal tujuh puluh persen. Kondisi ini krusial mengingat sepertiga waktu anak, atau lebih dari delapan jam sehari dihabiskan di lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, Enceria mendesak konsep Sekolah Ramah Anak ini segera disosialisasikan secara masif ke seluruh institusi pendidikan. Kebijakan sekolah harus secara nyata berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Namun, Enceria menggarisbawahi berpihak pada anak bukan berarti memanjakan mereka, melainkan menciptakan sistem pendidikan yang melindungi, menghargai, dan membentuk karakter anak secara sehat.

Bagaimana pihak sekolah ke depannya mampu membangun regulasi yang mendidik tanpa kekerasan, melindungi anak dari tekanan mental serta merajut kembali rasa empati yang sempat terkikis oleh layar gadget dan pengaruh era digitalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....