Koto Tangah Perkuat Validasi Data Penerima Perlinsos

  • 31 Jul 2026 01:33 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang terus memperkuat validasi data penerima bantuan sosial guna memastikan program perlindungan sosial (Perlinsos) tepat sasaran. Hingga saat ini, sebanyak 17.221 Kartu Keluarga (KK) dari 13 telah terdaftar dalam sistem Perlinsos.

Proses pendataan dan verifikasi tersebut terus dimatangkan oleh Pemerintah Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis, 30 Juli 2026. Kelancaran pelaksanaan di lapangan didukung oleh 294 agen aktif yang mendampingi masyarakat dalam proses pendaftaran dan verifikasi data.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Koto Tangah, Wahyudi Edwar, mengatakan program Perlinsos diperuntukkan bagi keluarga atau individu prasejahtera, rentan miskin, maupun masyarakat yang terdampak kondisi sosial ekonomi sesuai kriteria Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Menurutnya, validitas data menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Memastikan penyaluran bantuan sosial dan program Perlinsos tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak, kami mengimbau masyarakat untuk proaktif melakukan pengecekan dan pendaftaran data diri. Ini bis melalui mekanisme resmi yang telah disediakan oleh pemerintah," katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil verifikasi sementara, Program Keluarga Harapan (PKH) mencatat sebanyak 15.233 KK terdaftar. Dari jumlah tersebut, 3.786 KK dinyatakan berpotensi layak menerima bantuan, 11.417 KK tidak layak, dan 30 KK masih dalam proses verifikasi.

Sementara itu, untuk program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), tercatat sebanyak 16.847 KK telah masuk dalam proses pendataan. Sebanyak 9.453 KK berstatus berpotensi layak, 7.362 KK tidak layak, sedangkan 32 KK lainnya masih menunggu hasil verifikasi.

Wahyudi menegaskan keberhasilan program perlindungan sosial tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Warga diminta segera memperbarui data apabila terjadi perubahan kondisi sosial maupun ekonomi dalam keluarga.

"Mari bersama-sama kita wujudkan penyaluran bantuan sosial yang adil, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini sangat penting," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....