Rahmat Saleh Dorong Keberlanjutan Kajian Keislaman di Sumbar

  • 30 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Anggota DPR RI Rahmat Saleh menyatakan komitmennya untuk mendorong keberlanjutan program penguatan kajian keislaman melalui agenda reses agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi penyelenggaraan Nadwah Fiqhiyyah Internasional di Sumatera Barat.

Komitmen itu disampaikan Rahmat Saleh saat menghadiri Nadwah Fiqhiyyah Internasional bersama ulama dan pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, yang diselenggarakan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu, 29 Juli 2026. Forum ilmiah tersebut mengangkat tema "Prinsip-prinsip Metodologis dalam Pemanfaatan Pendapat Fuqaha pada Isu-Isu Fikih Kontemporer".

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas dai, dosen, guru pondok pesantren, dan praktisi keislaman dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Rahmat menilai forum seperti Nadwah Fiqhiyyah memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas para dai, akademisi, dan pendidik dalam memahami persoalan fikih kontemporer.

Menurut Rahmat, penguatan kajian keislaman yang moderat, argumentatif, dan berbasis metodologi menjadi kebutuhan penting di tengah berkembangnya berbagai persoalan keagamaan di masyarakat. "Kajian seperti ini perlu terus diperluas jangkauannya agar para dai, guru, dan akademisi memiliki bekal metodologi yang kuat dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Saya akan berupaya mendorong keberlanjutannya melalui agenda-agenda yang saya jalankan di daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara ulama, akademisi, organisasi dakwah, dan pemerintah merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, serta tetap menjaga persatuan umat. Penguatan fikih wasathiyah juga dinilai penting untuk membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat.

Rahmat berharap hasil pembahasan dalam forum tersebut tidak berhenti pada ranah akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi panduan yang aplikatif bagi para dai, pendidik, dan tokoh masyarakat. Menurutnya, kehadiran ulama dan pakar syariah dari luar negeri juga menjadi kesempatan berharga untuk memperkaya wawasan keislaman sekaligus memperkuat tradisi dialog ilmiah di Sumatera Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....