Bupati Dharmasraya Paparkan Inovasi Layanan Kesehatan pada Forum Nasional

  • 30 Jul 2026 08:34 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mendapat kepercayaan menjadi salah satu pembicara dalam sesi Leaders Talk Leimena Conference 2026 yang digelar di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin, 27 juli 2026. Dalam forum nasional yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI tersebut, Annisa menjadi satu-satunya kepala daerah dari luar Pulau Jawa yang diundang untuk berbagi pengalaman membangun pelayanan kesehatan primer.

Pada sesi diskusi itu, Annisa tampil bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Ali Maulana Hakim, yang mewakili Gubernur Jakarta.

Mengawali paparannya, Annisa menegaskan setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda sehingga penguatan pelayanan kesehatan primer tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama. Menurutnya, Kabupaten Dharmasraya masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan, dokter spesialis, fasilitas kesehatan, serta luasnya wilayah pelayanan yang harus dijangkau.

Ia menjelaskan tantangan pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini. Karena itu, upaya promotif dan preventif harus berjalan beriringan dengan pelayanan kuratif agar kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengembangkan inovasi LADO KUTU (Layanan Dokter ke Pustu) dengan mendekatkan dokter ke Puskesmas Pembantu (Pustu) secara berkala. Melalui program tersebut, masyarakat lebih mudah memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, hingga deteksi dini penyakit tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.

Annisa juga menekankan keberhasilan Integrasi Layanan Primer (ILP) sangat bergantung pada peran bidan wilayah, perawat, dan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan. Mereka secara aktif mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi kesehatan, melakukan pendampingan, serta skrining awal terhadap masyarakat yang berisiko mengalami gangguan kesehatan.

"Selain itu, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengintegrasikan program pencegahan stunting melalui pemberian bantuan makanan bagi ibu hamil yang disertai kewajiban pemeriksaan rutin di Posyandu. Menurut Annisa, langkah tersebut memungkinkan kondisi kesehatan ibu dan anak dipantau sejak dini sehingga risiko stunting dapat ditekan secara lebih efektif," kata Annisa.

Menutup paparannya, Annisa berharap pemerintah pusat terus memberikan perhatian kepada daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya, termasuk dalam penyediaan alat skrining dan penguatan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi. Ia optimistis dukungan tersebut akan mempercepat transformasi pelayanan kesehatan primer sehingga masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperoleh layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....