Kemenag Sumbar Libatkan 1.300 Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan
- 30 Jul 2026 04:57 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat melibatkan sekitar 1.300 penyuluh agama untuk mendeteksi dini potensi konflik keagamaan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum Pemantapan Kerukunan Umat di Padang, Selasa, 28 Juli 2026.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Sumbar Edison mengatakan Indeks Kerukunan Umat Beragama Sumbar meningkat dari 70,87 pada 2024 menjadi 85,02 pada 2025. Capaian itu mengantarkan Sumbar masuk lima besar nasional.
Menurut Edison, peningkatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam membangun dialog antarumat beragama. Peran pemerintah, tokoh agama, dan budaya Minangkabau dinilai menjadi modal penting menjaga keharmonisan masyarakat.
Namun, Edison mengingatkan tingginya indeks kerukunan tidak berarti potensi konflik telah hilang. Tantangan baru muncul seiring perkembangan teknologi, politisasi agama, dan beragam kepentingan sosial.
"Kita memang sudah rukun. Tetapi benih-benih konflik tetap ada. Tantangannya sekarang semakin kompleks, mulai dari digitalisasi, politisasi agama, hingga berbagai konflik kepentingan," ujar Edison.
Untuk memperkuat pencegahan, Kanwil Kementerian Agama Sumbar menerapkan sistem peringatan dini Si-Rukun. Melalui aplikasi itu, sekitar 1.300 penyuluh agama melaporkan potensi persoalan dari berbagai daerah secara berjenjang hingga ke Kementerian Agama.
"Potensi persoalan tidak hanya muncul antaragama, tetapi juga di dalam agama itu sendiri. Karena itu kami mengajak semua pihak terus bersinergi menjaga suasana yang sudah baik ini," kata Edison.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....