Lisda Dorong Penambahan Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Pesisir Selatan

  • 29 Jul 2026 07:42 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Berkurangnya jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Pesisir Selatan mendapat perhatian Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni. Berdasarkan data PIP Kemendikdasmen, jumlah siswa penerima bantuan turun dari 49.178 siswa pada 2025 menjadi 33.442 siswa pada 2026 atau berkurang sebanyak 15.736 penerima.

Penurunan tersebut juga diikuti berkurangnya nilai bantuan yang disalurkan. Pada 2025, total dana PIP yang disalurkan di Pesisir Selatan mencapai Rp32,16 miliar, sedangkan pada 2026 menjadi Rp20,44 miliar atau turun sekitar Rp11,72 miliar.

Lisda mengatakan, penurunan jumlah penerima PIP tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Menurutnya, program tersebut selama ini menjadi salah satu penopang keberlangsungan pendidikan bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

"Kita ingin memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan. Aspirasi masyarakat ini akan saya bawa dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Lisda, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Lisda, Program Indonesia Pintar memiliki peran strategis dalam menekan angka putus sekolah. Program tersebut juga dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperbarui data calon penerima bantuan. Ketepatan data, katanya, menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.

"Validasi data harus dilakukan secara maksimal. Jangan sampai anak yang layak menerima justru terlewat, sementara bantuan diberikan kepada yang tidak memenuhi kriteria," ujarnya.

Lisda menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Karena itu, akses terhadap bantuan pendidikan harus terus diperluas agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan ekonomi.

Lisda mengatakan, akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi atas berkurangnya kuota PIP di Kabupaten Pesawaran. Upaya tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada siswa dari keluarga kurang mampu.

"Harapan kita, ke depan semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang kembali memperoleh bantuan sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....