Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sumbar, Nelayan Diminta Waspada
- 26 Jul 2026 19:05 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini cuaca di perairan Sumatera Barat. Kecepatan angin yang mencapai 20 knot berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan Sumatera Barat.
Koordinator Prakirawan dan Analisis BMKG Maritim Teluk Bayur, Budi Iman Samiaji, mengatakan peningkatan kecepatan angin menjadi faktor utama yang menyebabkan kondisi laut tidak bersahabat. Menurutnya, masyarakat yang beraktivitas di laut perlu meningkatkan kewaspadaan.
"Kami sudah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah perairan Sumatera Barat dan sekitarnya. Ini karena ada potensi kecepatan angin mencapai 20 knot," kata Budi, Jumat 25 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tinggi gelombang di perairan barat dan timur Mentawai diperkirakan mencapai 2,5 meter. Sementara di perairan barat Mentawai yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, tinggi gelombang dapat mencapai empat meter.
"Kalau untuk wilayah perairan Sumatera Barat dan timur Mentawai bisa mencapai 2,5 meter. Kemudian untuk di barat Mentawai, karena samudra lepas, bisa mencapai 4 meter," ujarnya.
Kondisi cuaca tersebut turut dirasakan nelayan di Pantai Purus, Kota Padang. Salah seorang anggota Kelompok Nelayan Benteng Purus, Dedi, mengaku angin kencang dan arus laut yang deras membuat aktivitas melaut menjadi lebih sulit dalam beberapa hari terakhir.
"Bulan Juni sampai Juli memang mulai gelombang besar. Badainya tidak tentu arah, kadang dari selatan, kadang dari barat, angin juga kencang, terutama dalam dua hari ini," kata Dedi kepada RRI Minggu 26 Juli 2026.
Menurut Dedi, cuaca buruk berdampak langsung terhadap hasil tangkapan ikan. Ia menyebut pendapatan nelayan turun drastis karena hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
"Kalau hari biasa Alhamdulillah bisa dapat uang Rp150 ribu atau lebih. Tapi kalau keadaan seperti ini, kadang cukup untuk beli minyak saja, jadi tidak ada untung," tuturnya.
Ia mengatakan angin kencang telah berlangsung sekitar lima hari terakhir meski tidak disertai hujan. Berdasarkan pengalamannya, kondisi cuaca seperti ini lazim terjadi pada Juni hingga Agustus dan biasanya mulai membaik memasuki November.
Sementara itu, BMKG memperkirakan potensi angin kencang dan gelombang tinggi masih berlangsung hingga 27 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, pemancing, dan wisatawan agar terus memantau informasi cuaca serta mengutamakan keselamatan sebelum beraktivitas di laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....