Berawal dari Kepedulian, SLB Aisyiyah Sijunjung Kini Didik 120 Siswa Disabilitas

  • 26 Jul 2026 07:49 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – SLB Aisyiyah Sijunjung terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengembangkan potensi anak-anak berkebutuhan khusus melalui berbagai program keterampilan, seni, dan olahraga. Sejak berdiri pada 2013, sekolah tersebut berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan khusus yang melayani anak-anak penyandang disabilitas di Kabupaten Sijunjung.

Kepala SLB Aisyiyah Sijunjung, Yulidarti mengatakan, sekolah itu lahir dari kepeduliannya terhadap banyak anak disabilitas yang belum memperoleh akses pendidikan. Saat mengajar di SLB Negeri 36 Muaro pada 2000–2016, ia melihat masih banyak anak yang tidak bersekolah karena terkendala jarak dan biaya transportasi.

"Saya melihat banyak anak-anak disabilitas yang tidak tersentuh pendidikan karena jaraknya jauh ke Muaro dan ada yang tidak memiliki biaya transportasi. Dari situlah muncul inisiatif mendirikan sekolah yang lebih dekat dengan masyarakat di Pasar Sijunjung. Saya kemudian mengajak Aisyiyah Cabang Sijunjung hingga akhirnya SLB Aisyiyah berdiri pada tahun 2013," ujar Yulidarti dalam dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi bersama RRI, Sabtu, 25 Juli 2026.

Pada awal berdiri, SLB Aisyiyah Sijunjung masih menumpang di gedung milik pihak lain sebelum memiliki bangunan sendiri. Lokasinya yang berdampingan dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) juga mendukung interaksi antara peserta didik berkebutuhan khusus dengan siswa sekolah umum sebagai bagian dari penerapan pendidikan inklusif.

Menurut Yulidarti, perkembangan sekolah tidak terlepas dari komitmen guru dan yayasan dalam membina kemampuan siswa. Selain pendidikan akademik, sekolah juga mengembangkan keterampilan hidup, kesenian, dan olahraga untuk menggali bakat sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

"Awalnya siswa kami hanya sekitar 30 orang. Sekarang jumlahnya sudah mencapai 120 orang. Kami bersama guru dan pengurus yayasan terus memberikan pembinaan melalui keterampilan, kesenian, dan olahraga agar anak-anak memiliki prestasi dan bekal hidup yang lebih baik," katanya.

Meski terus berkembang, SLB Aisyiyah Sijunjung masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik, terutama guru Pendidikan Luar Biasa (PLB). Saat ini sekolah memiliki 15 guru untuk melayani sekitar 120 siswa dengan beragam kategori disabilitas, seperti autisme, tunanetra, tunadaksa, dan hambatan intelektual, sehingga pihak sekolah berharap adanya penambahan guru agar pelayanan pendidikan semakin optimal dan mampu melahirkan lebih banyak prestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....