Generasi Kelereng Vs Controller, Teknologi Ubah Pola Tumbuh Anak

  • 23 Jul 2026 21:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah mengubah pola bermain, cara bersosialisasi, hingga karakter generasi muda. Perubahan tersebut menjadi pembahasan dalam program Maota RRI Padang bertema "Generasi Kelereng Vs Generasi Controller", yang menghadirkan Sekretaris Umum LKAAM Sumatera Barat, Jasman Rizal Datuak Bandaro Bendang, serta Ketua Forum Anak Kota Padang, Diana Earlene Ghazwani.

Dialog yang dipandu penyiar Rini Kamal dan Yudi Maswar itu mengulas perbedaan masa kecil generasi terdahulu dengan generasi saat ini. Narasumber sepakat perkembangan teknologi membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam pembentukan karakter anak.

Jasman Rizal mengatakan perubahan zaman merupakan hal yang tidak dapat dihindari karena ilmu pengetahuan dan inovasi terus berkembang. Menurutnya, setiap generasi memiliki tantangan dan kelebihannya masing-masing.

"Ya tentu saja. Zaman sudah berubah, ilmu dan inovasi juga bertambah. Dulu ada masanya, sekarang juga ada masanya yang menyesuaikan. Tetapi kalau saya melihat, kebahagiaan orang dulu dengan orang sekarang itu berbeda," ujar Jasman.

Ia mengenang masa kecil ketika anak-anak lebih banyak bermain di luar rumah, mandi di sungai, menangkap ikan di sawah, hingga bermain saat hujan. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya mendekatkan anak dengan alam, tetapi juga membentuk karakter yang kompak, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki rasa kebersamaan yang kuat.

Jasman menilai kehadiran gawai dan permainan digital memang memberikan banyak kemudahan, tetapi berpotensi mengurangi interaksi sosial apabila tidak digunakan secara bijak. Sementara itu, Diana Earlene Ghazwani mengakui gim digital seperti Roblox telah menjadi bagian dari kehidupan Generasi Z dan Generasi Alpha karena menawarkan beragam pilihan permainan.

"Digital itu sudah menjadi sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kami. Gadget rasanya tidak bisa dipisahkan dari Gen Z maupun Gen Alpha. Bahkan sejak kecil banyak anak sudah diperkenalkan dengan gadget sehingga interaksinya lebih banyak dengan perangkat dibandingkan dengan lingkungan sosial," kata Diana.

Diana menegaskan perkembangan teknologi tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena peran orang tua sangat menentukan dalam mengatur penggunaan gawai. Ia berharap anak-anak tetap memiliki kesempatan bermain di luar rumah, bersosialisasi, dan mengenal permainan tradisional sehingga tercipta keseimbangan antara kecakapan digital dan kemampuan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....