Pemko Payakumbuh Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Dukung Layanan Primer

  • 24 Jul 2026 00:00 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Payakumbuh meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui rangkaian advokasi, koordinasi, bimbingan teknis, penilaian Posyandu, dan temu kader berprestasi sepanjang Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan primer menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan dasar di daerah.

Puncak kegiatan digelar di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis, 23 Juli 2026 dengan melibatkan Tim Pembina Posyandu, kepala OPD, camat, lurah, kepala puskesmas, serta kader Posyandu dari seluruh kecamatan. Sebelumnya, Dinas Kesehatan telah menggelar advokasi dan bimbingan teknis bagi Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan pada 20–21 Juli 2026.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Payakumbuh, Nofriwandi, mengatakan transformasi Posyandu kini mencakup pelayanan, kelembagaan, dan pembinaan. Menurutnya, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan dasar, tetapi juga mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai kebijakan pemerintah.

"Kedua adalah transformasi kelembagaan. Posyandu kini bertransformasi dari Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat menjadi lembaga kemasyarakatan desa atau kelurahan. Konsekuensinya, Posyandu wajib memiliki Surat Keputusan Kepala Kelurahan dan turut berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan desa atau kelurahan sebagai mitra pemerintah di tingkat kelurahan," ujar Nofriwandi. Ia menambahkan, percepatan transformasi harus diikuti penguatan sinergi lintas sektor dan peningkatan kapasitas kader agar pelayanan semakin optimal.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta, mengapresiasi dedikasi kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

"Keberhasilan Posyandu tidak mungkin dicapai tanpa dedikasi para kader yang selama ini mengabdikan tenaga, waktu, dan pikirannya dengan penuh keikhlasan untuk melayani masyarakat," kata Eni. Ia menegaskan, lomba Posyandu menjadi momentum evaluasi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat peran kader di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan transformasi layanan primer mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. "Pada era transformasi layanan primer, Posyandu memberikan pelayanan kepada seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, remaja, dewasa, hingga lanjut usia," ujarnya.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, hingga 2024 terdapat 171 Posyandu aktif yang seluruhnya telah menerapkan Posyandu Siklus Hidup. Pemerintah Kota Payakumbuh berharap penguatan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu mampu menghadirkan pelayanan kesehatan primer yang semakin dekat, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....