Hari Anak Nasional, LPA Sumbar: Stop Kekerasan dan Bullying
- 22 Jul 2026 22:29 WIB
- Padang
Poin Utama
- Hari Anak Nasional 23 Juli menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak dari kekerasan fisik, seksual, dan psikis.
- Ketua LPA Sumatera Barat menekankan bahwa kasus kekerasan terhadap anak yang terus mencuat harus ditangani secara menyeluruh dan segera.
- Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman agar anak dapat tumbuh dan berkembang optimal.
RRI.CO.ID, Padang - Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan atau bullying. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah hingga pemerintah, diharapkan bersinergi menciptakan lingkungan yang aman agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Barat (Sumbar) Erry Gusman Awal menilai berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang belakangan mencuat harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, kondisi tersebut dapat memunculkan anggapan bahwa anak-anak berada dalam situasi darurat kekerasan, baik kekerasan fisik, seksual maupun kekerasan psikis akibat kurangnya kasih sayang dan perlindungan.
"Kalau saya melihat, kasus-kasus yang muncul ke permukaan ini kalau tidak disikapi akan menjadi formulasi bahwa anak-anak kita berada dalam darurat kekerasan, baik kekerasan fisik, kekerasan seksual maupun trauma karena kurangnya kasih sayang dan perlindungan. Karena itu dibutuhkan pendekatan yang komprehensif," ujarnya, Rabu 22 Juli 2026.
Ia menjelaskan, anak yang menjadi korban kekerasan atau bullying umumnya menunjukkan perubahan perilaku, seperti menjadi pendiam, kehilangan rasa percaya diri hingga menunjukkan sikap yang berbeda dari biasanya. Karena itu, guru di sekolah diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi psikologis peserta didik dan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pembelajaran.
"Guru-guru harus lebih peka terhadap perkembangan anak. Jangan hanya fokus pada materi pelajaran, tetapi lakukan pendekatan kepada anak yang mengalami perubahan perilaku. Guru BK memiliki peran penting untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka sehingga mampu menghadapi bullying dan tidak terus-menerus menjadi korban," katanya.
LPA Sumbar juga mengimbau anak-anak yang menjadi korban bullying agar tidak memilih diam. Korban diharapkan berani menyampaikan apa yang dialami kepada orang tua, guru, guru Bimbingan Konseling (BK), maupun pihak yang dipercaya agar segera mendapatkan pendampingan
Sementara itu, Yasnida Syamsuddin dari Wanita Islam Sumbar mengatakan, keluarga juga memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perhatian kepada anak. Orang tua diminta tidak sibuk dengan aktivitas masing-masing sehingga mengabaikan perkembangan anak.
“Persoalan bullying tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat terjadi di luar sekolah sehingga membutuhkan kerja sama semua pihak untuk mencegah dan menanganinya,” ungkapnya.
Ia menambahkan Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat setiap anak berhak memperoleh rasa aman, kasih sayang, dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Ia mengajak masyarakat membangun budaya saling menghormati sejak dini agar anak-anak tumbuh dengan karakter yang sehat serta terbebas dari tindakan perundungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....