Tanggul Batang Tumayo Agam Jebol, Ratusan Warga Terdampak Banjir
- 19 Jul 2026 14:41 WIB
- Padang
Poin Utama
- Hujan dengan intensitas tinggi pada malam Sabtu, 18 Juli 2026 menyebabkan tanggul Sungai Batang Tumayo di Kabupaten Agam jebol dan memicu banjir.
- Jebolnya tanggul membuat aliran sungai berbelok ke kawasan permukiman dan merendam puluhan rumah di Jorong Kubu dan Jorong Labuah, Kabupaten Agam.
- Tim gabungan dari Basarnas telah melakukan proses evakuasi dan kini warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir.
RRI.CO.ID, Padang - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Agam pada Sabtu, 18 Juli 2026, malam, menyebabkan tanggul Sungai Batang Tumayo nagari sungai batang agam, jebol dan memicu banjir di kawasan permukiman warga. Dalam hal ini ratusan warga terdampak, sementara proses evakuasi telah dilakukan oleh tim gabungan dan kini warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir.
Koordinator Basarnas Agam, Atta Priono mengatakan hujan deras yang berlangsung siang hingga malam hari tadi menyebabkan debit Sungai Batang Tumayo meningkat hingga meluap. Jebolnya tanggul pembatas membuat aliran sungai berbelok ke kawasan permukiman dan merendam puluhan rumah di Jorong Kubu dan Jorong Labuah, Kabupaten Agam.
Atta menjelaskan, laporan kejadian diterima Basarnas pada pukul 19.03 WIB. Menindak lanjuti laporan tersebut, tim Basarnas bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah nagari dan relawan langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak menggunakan palsar vertikal dan evakuasi menuju tempat yang lebih aman.
Atta menyampaikan berdasarkan pendataan sementara dari BPBD Agam, terdapat 250 an warga terdampak akibat banjir tersebut. Sebagian warga sempat mengungsi ke rumah kerabat dan masjid terdekat, namun pagi tadi para pengungsi sebagian telah kembali ke rumah masing-masing karena kondisi banjir mulai surut.
Atta memastikan dalam peristiwa ini dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga. Saat ini, aktivitas warga membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah.
"Dalam hal ini dipastikan tidak ada korban jiwa, sementara aktifitas warga saat ini telah kembali kerumah untuk membersihkan rumah mereka masing-masing," ucapnya, Minggu, 19 Juli 2026, pagi.
Koordinator Basarnas Agam, Atta Priono menambahkan, kebutuhan yang paling mendesak saat ini yaitu bantuan sembako, perlengkapan bayi, alat kebersihan untuk membersihkan lumpur, serta paket family kit bagi warga terdampak. Pada kesempatan ini, Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi dan tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai saat cuaca ekstrem, serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat guna mempercepat proses penanganan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....