Pramuka Pasaman Barat dan Lapas Talu Bersinergi Bina Karakter Warga Binaan

  • 16 Jul 2026 01:37 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Kwartir Cabang (Kwarcab) 0317 Gerakan Pramuka Pasaman Barat menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Talu untuk memperkuat pembinaan karakter warga binaan melalui pendidikan kepramukaan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Lapas Kelas III Talu, Kecamatan Talamau, Selasa, 14 Juli 2026.

Perjanjian ditandatangani Ketua Kwarcab 0317 Pasaman Barat Risnawanto bersama Kepala Lapas Kelas III Talu Yongki Yulianto. Program ini menjadi langkah awal pelaksanaan pembinaan kepramukaan secara berkelanjutan bagi warga binaan pemasyarakatan.

Ketua Kwarcab Pasaman Barat Risnawanto mengatakan, pendidikan kepramukaan bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri. Menurutnya, pembinaan karakter menjadi bekal penting agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat. "Kami ingin memberikan pembinaan karakter melalui nilai-nilai kepramukaan agar saat kembali ke masyarakat, mereka memiliki kepribadian yang lebih baik dan mampu menjalani kehidupan secara mandiri," ujarnya.

Ia menjelaskan nilai-nilai yang ditanamkan tidak hanya berkaitan dengan kemandirian, tetapi juga kemampuan mengendalikan emosi, mengambil keputusan yang tepat, serta membangun jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial. Risnawanto berharap masa pembinaan di Lapas menjadi pengalaman terakhir bagi warga binaan sebelum kembali menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Talu Yongki Yulianto menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya memperkuat program pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, pendidikan kepramukaan sejalan dengan tujuan pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang taat hukum dan produktif.

"Pemasyarakatan bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga membina warga binaan agar kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang taat hukum, mandiri, produktif, dan memiliki karakter yang lebih baik," katanya. Yongki menambahkan, nilai-nilai kepramukaan seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, cinta tanah air, dan pantang menyerah diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan. Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap proses pembinaan berjalan lebih optimal dan memberi dampak positif bagi masa depan warga binaan setelah bebas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....