Pemko Payakumbuh Bekali Pelajar Literasi Digital untuk Cegah Kejahatan Siber
- 16 Jul 2026 05:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat upaya mewujudkan sekolah ramah anak melalui pembekalan literasi digital kepada peserta didik baru. Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu diikuti ratusan siswa SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Payakumbuh dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu, 15 Juli 2026.
Kepala Diskominfo Kota Payakumbuh Kurniawan Syah Putra mengatakan, literasi digital menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Pembekalan tersebut juga bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar terhadap peluang dan risiko di ruang digital.
"Media sosial harus menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan berprestasi. Media ini bukan tempat melakukan perundungan. Saring sebelum sharing," kata Kurniawan.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi membuka akses luas terhadap ilmu pengetahuan, kreativitas, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Namun, ruang digital juga menyimpan berbagai ancaman seperti hoaks, perundungan siber, penipuan daring, pencurian data pribadi, judi online, dan kejahatan siber lainnya.
"Teknologi adalah alat untuk berkembang. Yang menentukan manfaat atau mudaratnya adalah cara kita menggunakannya," ujarnya.
Kurniawan juga mengingatkan pentingnya menjaga jejak digital karena setiap unggahan dan aktivitas di internet dapat memengaruhi reputasi serta peluang pendidikan maupun karier di masa depan. Karena itu, pelajar diminta berpikir matang sebelum membagikan konten di media sosial.
"Jejak digital tidak mudah hilang. Apa yang kita unggah hari ini bisa saja muncul kembali bertahun-tahun mendatang. Karena itu, pikirkan dampaknya sebelum memposting sesuatu," katanya.
Selain itu, Diskominfo mengajak pelajar menerapkan pola hidup digital yang sehat dengan membatasi waktu penggunaan gawai, mengurangi distraksi saat belajar, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi langsung. Pelajar juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hoaks, deepfake, penipuan daring, pencurian data pribadi, cyberbullying, judi online, hingga sextortion.
"Kita boleh menggunakan teknologi, tetapi jangan sampai teknologi mengendalikan kita. Pola hidup digital yang sehat akan melahirkan pikiran yang cerdas, tubuh yang sehat, dan pribadi yang lebih produktif," ujarnya.
Di akhir kegiatan, Kurniawan mengajak para siswa memanfaatkan media sosial secara bijak untuk menyebarkan informasi positif dan membangun prestasi. Ia menegaskan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab menjadi kunci lahirnya generasi digital yang cerdas, beretika, dan berdaya saing.
"Jempolmu adalah tanggung jawabmu. Gunakan media sosial untuk membangun prestasi, menyebarkan kebaikan, dan menjadi generasi digital yang cerdas, beretika, serta bertanggung jawab," kata Kurniawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....