Lima Koperasi di Solok Selatan Raih Predikat Sehat

  • 14 Jul 2026 01:05 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak lima koperasi di Kabupaten Solok Selatan meraih penghargaan karena dinilai memiliki kinerja keuangan yang sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan koperasi tahun 2026. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi koperasi lain untuk terus meningkatkan tata kelola dan pelayanan kepada anggota.

Penghargaan diserahkan Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-79 di Halaman Kantor Bupati Solok Selatan, Senin, 13 Juli 2026. Lima koperasi yang menerima penghargaan yakni Koperasi Tani Bangun Pagi, Koperasi Dharma Wanita Persatuan, Koperasi BMT Ayyasi, Koperasi BMT El-Itqan, dan Koperasi Bina Sejahtera.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Solok Selatan, Musferi Hendra, mengatakan penghargaan diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi yang memiliki unit usaha simpan pinjam (USP). Penilaian dilakukan untuk mengetahui tingkat kesehatan pengelolaan koperasi.

"Penghargaan ini atas hasil pemeriksaan kesehatan koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi yang memiliki usaha simpan pinjam (USP). Koperasi yang mendapatkan penghargaan ini merupakan koperasi yang berada dalam kategori sehat," ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan kesehatan koperasi mengelompokkan koperasi ke dalam empat kategori, yakni sehat, cukup sehat, dalam pengawasan, dan dalam pengawasan khusus. Klasifikasi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan terhadap koperasi yang beroperasi di Solok Selatan.

Menurut Musferi, penilaian kesehatan koperasi penting untuk memastikan pengelolaan organisasi berjalan sesuai prinsip koperasi dan mampu memberikan manfaat kepada anggota. Selain itu, koperasi yang sehat juga dinilai lebih siap berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Saat ini terdapat 149 koperasi yang masih aktif beroperasi di Kabupaten Solok Selatan. Sementara itu, sebanyak 60 koperasi lainnya tercatat tidak aktif dan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya pembinaan serta evaluasi kelembagaan.

Beragam jenis koperasi berkembang di Solok Selatan, mulai dari koperasi simpan pinjam, koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi pemasaran, hingga Koperasi Desa Merah Putih. Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis anggota.

“Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap penghargaan yang diberikan dapat mendorong koperasi untuk terus meningkatkan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan koperasi yang sehat, sektor ekonomi kerakyatan diharapkan semakin tumbuh dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....