Pemko Padang Dukung Pengelolaan Berkelanjutan Tahura Bung Hatta

  • 10 Jul 2026 02:36 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Upaya menjaga kelestarian Taman Hutan Raya (Tahura) Mohammad Hatta (Bung Hatta) terus didorong melalui penguatan tata kelola dan pencarian skema pendanaan yang berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting agar kawasan konservasi yang menjadi aset Kota Padang itu tetap terpelihara sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Menggagas Penyelamatan dan Tata Kelola Berkelanjutan Tahura Bung Hatta Melalui Skema Pendanaan Inovatif". Diselenggarakan Komunitas Mahasiswa Mencintai Alam (KOMMA) Fakultas Pertanian Universitas Andalas di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis, 9 Juli 2026.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut karena dinilai menjadi ruang bertukar gagasan untuk masa depan Tahura Bung Hatta. Menurutnya, berbagai inovasi yang lahir dari forum itu diharapkan mampu mendukung pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.

"Banyak ide dan inovasi yang bisa diciptakan dari forum ini. Terpenting Taman Hutan Raya itu bisa terkelola dan terpelihara dengan sebaik-baiknya," ujar Maigus.

Ia menyebut Tahura Mohammad Hatta merupakan aset berharga yang tidak dimiliki semua daerah karena menyimpan kekayaan flora, fauna, dan keanekaragaman hayati. Maigus mengingatkan keberadaan Tahura merupakan anugerah yang harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Menurutnya, sebagai kawasan yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Padang, Tahura harus terus dipantau dan dirawat secara optimal. "Sebagai aparatur pemerintahan, kita wajib mengelola dan menjaga Tahura ini. Karena di sana ada hutan lindung yang harus dijaga dan dirawat," katanya.

Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, Maigus menilai Tahura Bung Hatta memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan. "Tahura ini bisa menjadi agrowisata pertanian dan peternakan. Bisa menciptakan suasana yang menyenangkan karena ada taman buah juga," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Dr. Jumsu Trisno, berharap forum yang digelar dalam rangka HUT ke-50 KOMMA tersebut dapat menghasilkan rekomendasi bagi pengelolaan Tahura di masa mendatang. "Tahura bukan hanya sekadar kawasan hutan biasa. Semoga fungsi hutan raya akan semakin baik dalam penggunaan dan pemanfaatannya," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....