Organisasi Perempuan Tanah Datar Rapatkan Barisan

  • 08 Jul 2026 14:21 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Pesatnya perkembangan teknologi digital dinilai membawa tantangan besar bagi ketahanan keluarga dan moral generasi muda. Menyikapi fenomena tersebut, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), bergerak cepat merapatkan barisan guna memperkuat benteng pertahanan sosial di tengah masyarakat.

Langkah strategis ini menjadi pembahasan utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI GOW Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan TP-PKK, Kompleks Indo Jolito, Batusangkar, Senin 6 Juli 2026.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menegaskan bahwa organisasi perempuan memiliki peran krusial sebagai agen perubahan sekaligus benteng utama dalam menangkal berbagai dampak negatif kemajuan teknologi. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi wanita sangat menentukan keberhasilan daerah dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

"Tantangan ke depan semakin kompleks. Saya mengajak seluruh organisasi wanita di Tanah Datar untuk mengikis ego sektoral, memperkuat sinergi, dan melahirkan rekomendasi yang konstruktif untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif serta ramah keluarga," ujar Ahmad Fadly.

Pentingnya soliditas gerakan perempuan juga digarisbawahi oleh Penasehat GOW Tanah Datar, Lise Eka Putra. Ia menyatakan bahwa momentum Musda ini harus dimanfaatkan untuk memperbarui semangat pengabdian dan menyatukan langkah nyata, bukan sekadar agenda rutin pergantian pengurus.

"Ketika perempuan bersatu dengan niat tulus dan saling menguatkan, Insya Allah akan lahir generasi yang lebih baik. Pengurus yang baru nanti harus mampu merangkul semua pihak dan membuka ruang bagi setiap organisasi untuk berkontribusi nyata," tutur Lise.

Di sisi lain, Ketua GOW Tanah Datar, Dwinanda Ahmad Fadly, menjelaskan bahwa selain merumuskan program kerja baru yang relevan dengan tantangan zaman, Musda XI ini juga mengagendakan pemilihan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031.

Ia berharap GOW bisa terus konsisten memposisikan diri sebagai mitra yang kritis sekaligus strategis bagi Pemerintah Daerah, khususnya dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Siapa pun yang terpilih memimpin kepengurusan lima tahun ke depan, mari kita dukung bersama demi kemajuan dan kontribusi nyata organisasi bagi masyarakat Tanah Datar," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....