BNN Sumbar Soroti Tingginya Angka Penyalahguna Narkoba
- 08 Jul 2026 06:28 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar) menilai angka penyalahgunaan narkoba di provinsi ini masih tinggi. Berdasar data yang dimiliki BNN sejak 2019, jumlah penyalahguna narkoba diperkirakan mencapai 65 ribu orang. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam upaya rehabilitasi maupun pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Kepada RRI, Kepala BNN Provinsi Sumbar, Toton Rasyid mengatakan, tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius karena tidak sebanding dengan kapasitas layanan rehabilitasi yang tersedia. Menurutnya, para penyalahguna tidak cukup hanya ditindak, tetapi harus dipulihkan melalui proses rehabilitasi agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
"Kalau tren penyalahgunaan, saya ingin menyampaikan data dan kekhawatiran yang sangat miris. Data yang sudah kami peroleh sejak 2019, Sumbar berada di angka sekitar 65 ribu penyalahguna. Kalau kita bicara strategi, penyalahguna harus kita obati dan harus kita lakukan rehabilitasi," ujar Toton Rasyid, 7 Juli 2026.
Ia menjelaskan, proses rehabilitasi membutuhkan dukungan fasilitas pemulihan yang memadai. Selain rumah sakit yang dapat memberikan layanan rehabilitasi, BNN juga menyediakan layanan rawat jalan melalui kantor-kantor BNN yang tersebar di Sumbar.
Menurut Toton, saat ini layanan rehabilitasi rawat jalan tersedia di BNN Provinsi Sumbar di Padang, serta BNN Kabupaten Solok, BNN Kota Sawahlunto, dan BNN Kabupaten Pasaman Barat. Namun, secara keseluruhan kemampuan pelayanan rehabilitasi di seluruh fasilitas tersebut hanya mampu menangani sekitar 500 orang setiap tahun.
"Kemampuan kami dalam perhitungan hanya sekitar 500 orang per tahun. Kalau angka itu dibandingkan dengan 65 ribu penyalahguna, maka untuk memulihkan seluruhnya dibutuhkan waktu sekitar 130 tahun. Ini menunjukkan betapa beratnya tantangan yang kita hadapi," katanya.
Karena itu, Toton menegaskan upaya pencegahan menjadi strategi yang jauh lebih penting untuk menekan bertambahnya jumlah penyalahguna. Menurutnya, masyarakat yang belum terpapar narkoba harus terus diberikan edukasi dan penguatan agar tidak masuk dalam lingkaran penyalahgunaan narkotika, sehingga beban rehabilitasi di masa mendatang tidak semakin berat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....