Tanah Datar Deklarasikan Perang Terhadap LGBT, Narkoba dan Pekat

  • 05 Jul 2026 14:26 WIB
  •  Padang

RRI.CO.Id, Padang - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), UIN Mahmud Yunus Batusangkar, LKAAM Kabupaten Tanah Datar, MUI Tanah Datar, serta berbagai elemen masyarakat menggelar deklarasi bersama menolak Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), narkoba, serta berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat). Deklarasi berlangsung di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Minggu, 5 Juli 2026.

Deklarasi ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pihak yang hadir sebagai bentuk penolakan terhadap perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma hukum, adat, dan agama, termasuk penyalahgunaan narkoba serta berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya.

Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, mengatakan deklarasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan bersama berbagai instansi terkait dalam merespons keresahan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit masyarakat di Kabupaten Tanah Datar.

Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, bersama Ketua LKAAM dan Ketua MUI Tanah Datar juga menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan tersebut. Ia menegaskan seluruh unsur sepakat memerangi berbagai penyakit masyarakat, termasuk penyalahgunaan narkoba dan perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma yang berlaku di daerah tersebut.

"Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dengan melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi penyakit masyarakat di lingkungan sekitar. Menurutnya, pengawasan harus dimulai dari lingkungan keluarga agar langkah pembinaan maupun penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," kata Anton.

Kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly menyampaikan deklarasi tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama Forkopimda, MUI, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, LKAAM, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba serta penyakit masyarakat. Harapannya gerakan tersebut mendapat dukungan luas karena berkaitan dengan pembinaan generasi muda dan sejalan dengan nilai budaya Minangkabau yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....