Pemko Padang Ajak Seluruh UMKM Terlibat Wujudkan Kota Gastronomi

  • 30 Jun 2026 01:15 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Padang mengajak seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas kuliner, hingga masyarakat berkolaborasi mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi. Keterlibatan seluruh elemen dinilai menjadi kunci agar kekayaan kuliner daerah mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Tedi Antonius, mengatakan pengembangan gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan. Hal tersebut juga mencakup cara pengolahan, penyajian, hingga nilai budaya yang melekat pada setiap kuliner khas daerah.

Menurutnya, Kota Padang telah berkomitmen bersama pemerintah pusat untuk mengembangkan sektor kuliner sebagai pintu masuk menuju pengakuan gastronomi tingkat dunia. Karena itu, pemerintah mendorong seluruh komunitas kuliner dan pelaku UMKM mengambil peran aktif menciptakan inovasi yang memperkuat identitas kuliner daerah.

"Untuk menuju gastronomi tidak hanya oleh pemerintah. Namun bagaimana komunitas yang ada di Padang bisa bergerak menciptakan hal-hal yang baru sehingga kuliner kita memiliki nilai cerita dan menjadi daya tarik bagi wisatawan," kata Tedi dalam dialog UMKM Bicara RRI Padang pada Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kekuatan gastronomi tidak hanya terletak pada cita rasa makanan, tetapi juga pengalaman yang diperoleh wisatawan. Mulai dari tradisi makan bajamba, cara penyajian makanan, hingga cerita di balik setiap hidangan menjadi nilai tambah yang dapat dipromosikan.

Selain mendorong inovasi produk, Tedi juga meminta pelaku UMKM terus mengikuti perkembangan pasar melalui kreativitas dalam pengemasan dan pemasaran. Menurutnya, produk kuliner harus mampu memberikan pengalaman berbeda sehingga meninggalkan kesan bagi konsumen.

"Kami berharap pelaku usaha jangan berhenti berinovasi. Pelajari kebutuhan pasar, ciptakan nilai tambah dan cerita pada setiap produk agar mampu bersaing dan mendukung Kota Padang sebagai Kota Gastronomi," ujarnya.

Sementara itu, pelaku UMKM di Kota Padang, Arina Zuliani, menyambut baik upaya pemerintah tersebut. Ia menilai pengembangan gastronomi seharusnya tidak hanya berfokus pada rendang, tetapi juga mengangkat beragam pangan lokal Sumatera Barat beserta cerita di baliknya.

Menurut Arina, pihaknya telah mengembangkan sejumlah inovasi berbasis pangan lokal, di antaranya roti rendang, pengembangan olahan bengkuang sebagai ikon Kota Padang, hingga kerja sama pemanfaatan tepung pisang kepok dari Mentawai.

Ia berharap pemerintah terus melibatkan pelaku UMKM dalam berbagai program gastronomi sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh para pelaku usaha. "Kami berharap gastronomi bukan hanya menjadi program, tetapi benar-benar melibatkan UMKM agar kami bisa bersama-sama memperkenalkan kekayaan kuliner Kota Padang kepada masyarakat luas," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....