Sumbar Siapkan Lulusan Siap Kerja ke Luar Negeri melalui SMK Go Global

  • 29 Jun 2026 06:28 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai mempersiapkan implementasi Program SMK Go Global sebagai upaya mencetak lulusan sekolah menengah kejuruan yang siap bekerja di luar negeri. Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja asal Sumbar di pasar kerja internasional.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar, Firdaus Firman, mengatakan pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Koordinasi dilakukan untuk mematangkan pelaksanaan Program SMK Go Global yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat.

“Saya sudah berkonsultasi dengan pihak BP3MI selaku penyelenggara nantinya. Mudah-mudahan program ini nanti kita support penuh pemerintah provinsi dan juga kabupaten/kota,” ujar Firdaus usai menghadiri acara nonton bareng Piala Dunia di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu 27 Juni 2026.

Firdaus menjelaskan, melalui Program SMK Go Global, para siswa SMK akan dipersiapkan sejak di bangku sekolah agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap memasuki pasar kerja dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang bekerja di berbagai negara.

"Ada program Pak Presiden Prabowo itu untuk SMK Go Global. Jadi di mana anak-anak SMK ini disiapkan untuk menjadi pekerja ke luar negeri melalui program SMK Go Global," ujarnya.

Selain menyiapkan Program SMK Go Global, Disnakertrans Sumbar juga terus mendorong berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk pemagangan di dalam maupun luar negeri. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan muda.

Firdaus berharap Program SMK Go Global mampu menjadi jembatan bagi lulusan SMK di Sumatera Barat untuk bersaing di pasar kerja global. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BP3MI, dan satuan pendidikan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....