Unand Kembali Kukuhkan 7 Guru Besar Baru Perkuat Riset dan Inovasi
- 28 Jun 2026 05:03 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) kembali mengukuhkan tujuh guru besar tetap dari empat fakultas di Gedung Convention Hall Kampus Limau Manis, besok atau Sabtu, 27 Juni 2026. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Unand memperkuat kapasitas akademik, riset, dan inovasi guna mendukung pembangunan bangsa.
Tujuh guru besar yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Teknik. Mereka adalah Prof. Silvia Rosa, Prof. Helmizar, Prof. Ike Revita, Prof. dr. Rima Semiarty, Prof. Azrimaidaliza, Prof. Masyhuri Hamidi, dan Prof. Mas Mera yang masing-masing mewakili bidang keilmuan sesuai kepakarannya.
Dalam prosesi tersebut, setiap guru besar menyampaikan orasi ilmiah sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Kalung kehormatan guru besar dipasangkan langsung oleh Ketua Senat Akademik Universitas, Prof. Syafrizal Sy.
Sekretaris Unand, Dr. Aidinil Zetra mengatakan pengukuhan guru besar merupakan pencapaian tertinggi dalam karier akademik dosen sekaligus langkah strategis memperkuat posisi Unand sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan. "Pengukuhan guru besar merupakan investasi intelektual bagi universitas. Setiap profesor diharapkan mampu menghadirkan pemikiran strategis, memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring riset, serta menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan bagi kemajuan masyarakat, daerah, dan bangsa," ucapnya, Jum'at, 26 Juni 2026.
Aidinil menambahkan, jabatan guru besar tidak hanya sebatas gelar akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab besar dalam memimpin pengembangan riset, menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, serta membangun kolaborasi lintas disiplin. "Universitas tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga harus menjadi pusat lahirnya solusi. Di sinilah peran guru besar menjadi sangat penting agar ilmu pengetahuan dan teknologi mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dunia usaha, industri, maupun pemerintah," ujarnya.
Aidinil menambahkan dengan penambahan tujuh profesor tersebut, Unand kini memiliki 230 guru besar tetap yang menjadi salah satu kekuatan akademik universitas. Jumlah itu diharapkan semakin memperkuat langkah Unand mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Keberadaan para guru besar juga diharapkan mampu mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui riset berkualitas yang menjawab tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, perubahan iklim, transformasi digital, hingga pembangunan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dengan membimbing lahirnya peneliti muda serta menghasilkan karya ilmiah yang berdampak bagi pembangunan daerah, nasional, dan global," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....