Ekraf Fest Bandagala 2026 Pariaman Tampilkan Tujuh Etnis dalam Satu Panggung
- 26 Jun 2026 15:37 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Ekraf Fest Bandagala 2026 di Muaro Pantai Gandoriah Pariaman, Kamis malam, 25 Juni 2026. Festival yang menjadi sub event Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 ini menampilkan seni, musik, tari, kuliner, dan tradisi dari tujuh etnis sekaligus dalam satu panggung yakni Minangkabau, Mentawai, Nias, Jawa, Tionghoa, India, dan etnis lainnya.
Nama Bandagala merupakan singkatan dari Bandar Dagang Laut yang menggambarkan sejarah Kota Pariaman sebagai salah satu titik temu kebudayaan dan jalur perdagangan laut penting pada masa lampau. Nama ini dipilih untuk menegaskan bahwa Pariaman memiliki akar sejarah sebagai kota multibudaya yang terbuka sejak berabad-abad silam.
Yota Balad menegaskan, festival ini bukan sekadar pameran produk, melainkan panggung pembuktian kreativitas anak muda dan pelaku UMKM Pariaman. Ia menyebut Kota Pariaman telah menjelma menjadi pusat kunjungan wisatawan di Sumatera Barat bahkan telah menarik perhatian wisatawan mancanegara dalam beberapa tahun terakhir.
"Kota Pariaman merupakan kota yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kota kreatif yang akan mendukung pembangunan sektor pariwisata. Dengan adanya sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku ekraf dan pariwisata, maka sektor ini akan menjadi pendongkrak perekonomian daerah," ujar Yota Balad.

Yota Balad mengajak generasi muda Pariaman untuk terus berani berkarya, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai modal mengembangkan ekonomi kreatif. Ia berharap festival ini menjadi momentum kebangkitan bersama ekonomi kreatif Kota Pariaman yang semakin mandiri dan berdaya saing.
"Mari kita jadikan festival ini sebagai momentum kebangkitan bersama. Harapannya ekonomi kreatif Kota Pariaman yang semakin mandiri dan berdaya saing", ujar Yota.
Penampilan tujuh etnis dalam satu panggung mencerminkan karakter Pariaman sebagai kota pesisir yang historis menjadi pertemuan berbagai budaya melalui jalur perdagangan laut. Keragaman budaya ini menjadi kekuatan tersendiri yang membedakan festival Pariaman dari festival budaya tunggal yang umumnya hanya menampilkan satu kebudayaan dominan.
Ekraf Fest Bandagala sebagai sub event Hoyak Tabuik memperluas dimensi festival tahunan Pariaman yang selama ini identik dengan prosesi tabuik menjadi ajang yang lebih inklusif dan beragam. Penggabungan ekonomi kreatif, seni multibudaya, dan warisan sejarah maritim dalam satu festival diharapkan menarik lebih banyak wisatawan dan memperpanjang masa tinggal pengunjung di Kota Pariaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....