BMKG Maritim Ingatkan Potensi Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi di Perairan Sumbar
- 24 Jun 2026 16:23 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca buruk di wilayah perairan Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir Juni 2026 dan berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, nelayan, maupun wisata bahari.
Koordinator Prakirawan dan Analisis BMKG Maritim Teluk Bayur, Budi Iman Samiaji, mengatakan, pada periode 24 hingga 26 Juni 2026 wilayah perairan Sumbar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terutama pada sore dan malam hari. Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di laut maupun kawasan pesisir.
Selain hujan, tinggi gelombang laut di wilayah pesisir Sumatera Barat diperkirakan mencapai 1,5 meter. Sementara itu, di perairan Kepulauan Mentawai, gelombang berpotensi lebih tinggi dan dapat mencapai sekitar 2 meter.
“Tanggal 24 sampai tanggal 26 ini berpotensi hujan ringan hingga sedang. Kemudian gelombang laut itu mencapai 1,5 meter untuk wilayah pesisir Sumatera Barat. Kemudian bisa mencapai 2 meter di sekitar perairan Mentawai,” ujar Budi Iman Samiaji, Rabu 24 Juni 2026.
BMKG juga memprediksi adanya peningkatan tinggi gelombang pada 27 Juni 2026. Gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Sumbar berpotensi berada pada kisaran di atas 1,5 meter hingga 2 meter sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.
Menurut Budi, kondisi cuaca buruk masih berpotensi terjadi hingga 28 Juni 2026. Meski terdapat jeda kondisi cuaca yang relatif lebih baik pada 25 hingga 26 Juni, potensi cuaca buruk diperkirakan kembali meningkat pada 27 hingga 28 Juni.
Ia mengimbau wisatawan yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk berwisata ke pantai agar selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru.
“Untuk wisatawan ini perlu diwaspadai, perlu diperhatikan cuaca, khususnya ketika berwisata di pantai. Kemudian juga untuk nelayan kita himbau untuk waspada, khususnya pada sore hingga malam hari. Ini sangat berpotensi untuk terjadinya cuaca buruk di perairan,” katanya.
BMKG Maritim Teluk Bayur juga meminta nelayan yang tetap melaut untuk memastikan kesiapan alat keselamatan dan kondisi kapal sebelum berangkat.
“Kalau memang harus melaut, perlu diperhatikan alat keselamatan berlayar dan kondisi kapal. Cuaca buruk ini memang kalau kita pantau sampai tanggal 28 masih berpotensi, meskipun ada jeda pada tanggal 25 hingga 26 dan kemudian berpotensi kembali pada tanggal 27 hingga 28,” kata Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....