BPBD Padang Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi

  • 22 Jun 2026 12:57 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Sumatera Barat. Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini yang dikeluarkan untuk periode 21 hingga 24 Juni 2026.

“BMKG Maritim Teluk Bayur mencatat adanya potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi perairan Kota Padang hingga Padang Pariaman, Agam hingga Pasaman Barat, serta Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton di Padang, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menyarankan, nelayan untuk menunda aktivitas melaut saat gelombang tinggi terjadi. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut akibat cuaca ekstrem.

Menurut BPBD, kondisi gelombang tersebut berpotensi membahayakan perahu nelayan maupun kapal yang beroperasi di perairan. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap peringatan dini menjadi faktor penting dalam keselamatan pelayaran.

“Selain gelombang tinggi, wilayah Kota Padang juga mengalami angin kencang sejak Minggu siang yang bergerak dari arah barat menuju utara. Kecepatan angin tercatat berkisar antara 4 hingga 22 knot,” katanya.

Cuaca buruk tersebut turut menyebabkan sejumlah kejadian di daratan, termasuk pohon tumbang di Kecamatan Padang Selatan dan kawasan Sungai Pisang. Selain itu, longsor juga terjadi di Kelok Jariang, Kelurahan Teluk Kabung Tengah, yang sempat menutup akses jalan Padang menuju Pesisir Selatan.

Hendri mengingatkan, agar masyarakat memperbaharui terlebih dahulu informasi terkini perihal kondisi cuaca sebelum berpergian. Hal ini guna meminimalkan potensi saat bencana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....