Agam Masih Butuh 8 Hektare Lahan untuk Bangun Hunian Tetap Korban Bencana

  • 20 Jun 2026 14:58 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Lubuk Basung - Pemerintah Kabupaten Agam masih membutuhkan tambahan lahan seluas delapan hektare untuk memenuhi kebutuhan pembangunan hunian tetap bagi korban bencana hidrometeorologi. Kebutuhan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Lahan Hunian Tetap yang difasilitasi Kantor Staf Presiden secara daring dari Ruang Rapat Bupati Agam, Jumat, 19 Juni 2026.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas empat hektare di Nagari Dama Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, untuk pembangunan 280 unit rumah. Lahan tambahan juga disiapkan di Kecamatan Palembayan untuk 48 unit rumah, namun kekurangan delapan hektare masih menjadi kendala utama.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Pemkab Agam mengajukan permohonan pemanfaatan lahan eks Hak Guna Usaha PT Inang Sari kepada Kantor Staf Presiden dan Kementerian ATR/BPN. Lahan ini dipilih karena merupakan lokasi terdekat yang tersedia, berjarak sekitar 25 kilometer dari kawasan terdampak bencana.

"Kami telah mengajukan permohonan pemanfaatan lahan eks HGU PT Inang Sari melalui KSP dan Kementerian ATR/BPN. Prosesnya sudah berjalan, namun kami masih menunggu penetapan sehingga pembangunan dapat segera dimulai," ujar Benni Warlis.

Kawasan bekas HGU PT Inang Sari juga direncanakan mendukung pembangunan Sekolah Rakyat dan fasilitas pendukung lainnya bagi warga relokasi. Benni menjelaskan sebagian besar korban bencana saat ini telah menempati hunian sementara dan menerima Dana Tunggu Hunian, namun percepatan huntap tetap menjadi prioritas.

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Irnash Ahmady menegaskan pemerintah pusat akan terus mendorong percepatan penyediaan lahan. Tim KSP bersama kementerian terkait dijadwalkan meninjau langsung kesiapan lahan di Sumatera Barat dalam waktu dekat.

"Arahan Presiden sangat jelas, masyarakat jangan terlalu lama berada di hunian sementara. Oleh karena itu seluruh proses harus didorong agar dapat berjalan lebih cepat," kata Irnash.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....