Unand Kembangkan Agroforestri Cerdas Hadapi Ancaman Perubahan Iklim
- 19 Jun 2026 05:56 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menghadirkan inovasi berbasis riset untuk menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin mengancam Sumatera Barat. Melalui pengembangan agroforestri cerdas iklim di Hutan Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Unand berupaya memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian tersebut dipimpin oleh dosen Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Unand, Dr. Yulinda. Kajian ini menyoroti potensi sistem parak, kearifan lokal masyarakat Minangkabau, sebagai model adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan.
Yulinda mengatakan Hutan Nagari Salibutan merupakan kawasan penyangga lingkungan penting di daerah aliran Sungai Batang Anai. Namun, perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu udara, serta ancaman bencana hidrometeorologi membuat kawasan tersebut semakin rentan mengalami kerusakan lingkungan.
Ia menyampaikan melalui riset yang didanai Universitas Andalas, tim peneliti mengkaji integrasi sistem parak dengan konsep Climate Smart Agriculture atau Pertanian Cerdas Iklim. Pendekatan ini dilakukan bersama masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Pengelola Hutan Nagari dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial untuk menghasilkan model pengelolaan hutan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
“Unand tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga mendorong penerapan hasil riset secara langsung bersama masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi bagian penting dari solusi global menghadapi perubahan iklim,” ucapnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut Yulinda, masyarakat menerapkan pola agroforestri berlapis dengan mempertahankan pohon berkayu seperti asam kandis, durian, manggis, petai, dan pinang sebagai pelindung kawasan sekaligus penyerap karbon. Pada lapisan berikutnya ditanam kakao, sementara tanaman rempah seperti jahe, kunyit, dan serai dibudidayakan di lantai hutan untuk menambah sumber pendapatan masyarakat.
"Hasil penelitian menunjukkan model tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui diversifikasi usaha, memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, serta membantu menekan emisi gas rumah kaca. Selain memberikan manfaat ekologis, sistem agroforestri ini juga membuka peluang ekonomi baru, termasuk pengembangan perdagangan karbon berbasis masyarakat melalui kolaborasi Unand dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, pemerintah nagari, LPHN, dan KUPS," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....