Bupati Agam Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026

  • 19 Jun 2026 02:13 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bupati Benni Warlis menjadi responden Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya pendataan Sensus Ekonomi di Kabupaten Agam yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Pelaksanaan sensus diawali dengan pemasangan atribut pendataan kepada petugas sensus sebagai simbol dimulainya kegiatan yang secara nasional berlangsung sejak 15 Juni 2026. Sensus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan aktivitas ekonomi di Kabupaten Agam.

Dalam pelaksanaan pendataan, BPS Kabupaten Agam menurunkan sebanyak 514 petugas yang terdiri atas 511 petugas pendata Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta tiga petugas pendata Usaha Menengah dan Besar (UMB). Mereka akan melakukan pendataan terhadap berbagai jenis kegiatan usaha yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Agam.

Adapun sektor yang menjadi cakupan sensus meliputi hampir seluruh aktivitas usaha, kecuali sektor Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan, Jaminan Sosial Wajib, serta Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja.

Bupati Benni Warlis menyampaikan Sensus Ekonomi merupakan agenda penting karena menjadi sarana untuk memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Agam untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima petugas pendata serta memberikan informasi yang benar dan lengkap.

"Sensus Ekonomi merupakan kegiatan penting untuk memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh. Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Agam menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan data yang benar dan lengkap, karena data yang akurat akan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Agam, Yerison Buchari, mengatakan seluruh petugas yang diterjunkan ke lapangan telah mengikuti pelatihan dan dibekali identitas resmi guna memastikan proses pendataan berjalan profesional dan terpercaya. "Kami menurunkan 514 petugas yang akan melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Agam. Kami berharap masyarakat berpartisipasi aktif dan memberikan keterangan sesuai kondisi sebenarnya, sehingga data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah," kata Yerison.

Ia menambahkan, data yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi landasan penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah, termasuk pengembangan dunia usaha, peningkatan investasi, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan tersedianya data ekonomi yang akurat dan mutakhir, pemerintah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan perekonomian di Kabupaten Agam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....