KPID Sumbar Dorong TVRI Sumbar Perluas Tayangan Budaya Lokal

  • 18 Jun 2026 18:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera menyoroti berkurangnya siaran dengan muatan budaya lokal televisi swasta nasional di daerah. Hal itu disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Penyusunan Standar Pelayanan TVRI Sumbar, Kamis, 18 Juni 2026 di Kantor TVRI Sumatera Barat, Kota Padang.

Ketua KPID Sumbar, Yusrin Trinanda, mengatakan, sejumlah televisi swasta nasional mulai mengurangi siaran budaya lokal. Menurutnya, dampak kebijakan tersebut cukup besar bagi daerah.

Ia menjelaskan, konten budaya, kuliner, dan destinasi wisata membutuhkan ruang promosi yang luas. Media penyiaran seperti TVRI menjadi sarana efektif menjangkau masyarakat secara cepat.

"Kita berharap penuh kepada TVRI yang menjadi tumpuan sebagai lembaga penyiaran publik. TVRI perlu mengambil ruang lebih banyak untuk konten lokal," ujar Yusrin.

Yusrin juga meminta TVRI memberi ruang lebih luas kepada pelaku budaya Minangkabau. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga nilai budaya yang mulai mengalami pergeseran.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun TVRI Sumbar, TB. M. Yusuf Hidayat, mengatakan, pihaknya telah menyediakan porsi khusus bagi program budaya. Saat ini konten budaya mencapai 25 persen dari program siaran.

Ia menyebut, program budaya tersebut meliputi randai, dialog budaya Minangkabau, dan Pituah Rana Minang. Program itu berisi edukasi mengenai adat, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat.

“Sebanyak 25 persen dari program siaran kami dikhususkan untuk konten budaya, antara lain randai dan diskusi budaya Minangkabau. Diskusi budaya Minangkabau tersebut diselenggarakan setiap hari Kamis dan menghadirkan para akademisi,” ujarnya.

Kepala Stasiun TVRI Sumbar mengakui masih menghadapi kendala menghadirkan narasumber budaya yang siap tampil di layar. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara media, akademisi, dan lembaga adat untuk memperkuat literasi budaya di ruang publik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....